Buy now

34 C
Semarang
Selasa, Juni 18, 2024
spot_img

International Women’s Day: Perjuangan Kaum Perempuan Tak Pernah Usai

Dok. lpmmissi.com

SEMARANG, LPMMISSI.COM-Di bawah awan mendung sekelompok wanita berbaris menuju gedung DPRD Kota Semarang. Sekitar 500 peserta mengikuti aksi long march yang terdiri dari kelompok lansia, ibu-ibu, maupun remaja. Aksi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Internasional Women’s Day, Rabu (08/03)

Semua peserta yang didominasi perempuan mulai berjalan rapi, papan-papan slogan serta poster bertuliskan tuntutan aksi kepada DPRD menghiasi sepanjang perjalanan long march.

“Pada kesempatan kali ini untuk memperingati Internasional Women’s Day, kami para perempuan Indonesia ingin menuntut hak-hak kami,” ujar Salsabila Dhea, selaku Koordinator Aksi IWD 2023 di depan gedung DPRD Jateng.

Peserta memakai dresscode warna hitam dan merah sebagai bentuk duka dan keberanian, serta memakai masker hitam yang diberi isolasi merah berbentuk silang, papan-papan spanduk poster di bawa sepanjang perjalanan banyak yang membawa poster dan tulisan yang berisikan tuntutan kepada DPRD.

Tak jauh dari kerumunan massa aksi, terlihat lansia sedang duduk dipinggir jalan. Sulistio (64) sambil memegang tongkat, ia ini mengaku ikuti aksi sebagai bentuk solidaritas sesama ibu rumah tangga, terlebih ia juga pernah merasakan menjadi korban KDRT. Ia menyampaikan agar perempuan itu dimengerti oleh masyarakat terutama pemerintah.

“Harapan ibu agar masyarakat dan pemerintah mengetahui segala bentuk KDRT karna biasanya banyak hujatan, cemooh yang mencibir jadi perempuan harus kuat iman agar bisa diperhatikan masyarakat juga pemerintah,” ucapnya.

Seorang ibu rumah tangga asal Semarang merupakan seseorang membela kaum perempuan mengungkapkan bahwa perempuan saat ini masih teraniaya, di diskriminasi, kaum perempuan masih belum merasa punya keadilan.

“Kalau teringat kejadian itu (KDRT) pasti saya sedih dan menangis, padahal kejadian itu tahun 2000 sampai sekarang sudah 22 tahun tetapi masih teringat terus,” ucap disela-sela aksi.

Sulistio merupakan salah satu korban KDRT pada tahun 2000 Sampai sekarang belum ada pertanggung jawaban dan pelaku sudah meninggal. Tetapi yang ia rasakan sampai saat ini dan ke lima anaknya belum membaik. Aksi yang dikawal langsung oleh kepolisian berjalan damai dan massa aksi membubarkan diri setelah hujan mengguyur kota Semarang.

Reporter: Afifah Mubarokah
Editor: Mukhlis

baca juga