LPMMISSI.COM

Kategori: Sastra

Alina Tidak Akan Pulang

Foto: Lpmmissi.com/ loan.kreditpintar.com. Hawa panas datang menyelimuti kelas dengan jendela yang terbuka hanya separuhnya saja, air conditioner menggantung di dinding itu dihidupkan tapi tidak banyak membantu. Aku tidak menyalahkan bulan April dengan musim kemaraunya. Siska, Nia, Wanda. Mereka seolah tak mengerti saat aku tanyai. Siapa yang meminggirkan baju-bajuku di jemuran kemaren siang. Gara-gara itu bajuku […]

Terlantar

Foto: Lpmmissi.com/ idntimes.com “Tidak ada yang menginginkanku,” aku terus merintih menangisi  keberadaanku yang tidak diinginkan oleh kebanyakan orang.  ** Kemarin aku menumpang di salah satu rumah warga yang cukup kaya, aku menyebut mereka “Majikan Jahat.” Tepatnya telah 4 bulan lebih 15 hari aku tinggal di sana. Sejak aku dilahirkan  dan ketika itu pula aku ditinggalkan […]

Pulang

Foto: Lpmmissi.com/ Artikula.id Sang Surya mulai menampakkan diri. Terik yang kian meninggi, membias masuk menerangi sebuah ruang. Pergerakan cahayanya lambat laun memperlihatkan isi ruangan yang tak karuan itu. Mula-mula botol-botol minuman yang tergeletak sembarang, baju yang berserakan di segala arah, bungkus “obat” yang tercecer isinya, dan benda lain yang tak di tempatkan semestinya. Sepertinya terik […]

Nasib dan Ironi

Foto: lpmmissi.com/ waterloocatholics.org Isak tangis terus terdengar. Lirih namun masih dapat masuk ke telingaku. Aku menarik nafas panjang mencoba mengendapkan segala perasaan yang ada.Bukan apa-apa, hanya saja aku ingin terlihat baik-baik saja. Aku memasang muka datar. Sangat berbanding terbalik dengan keadaan adik-adikku, mereka tampak nelangsa dan kehilangan. Mereka jelas kehilangan, sangat kehilangan malah. Ayah kami baru […]

Almanak Baru

Foto: Lpmmissi.com/ Pixabay. Desember berlalu, Januari menyapakuBersiap membuka lembaran baruHalaman lama usai sudahBerganti lembaran berikut penuh teka-tekiKala senja memberi salamLewat semburat jingga merah denganpesona petangDuduk tenang, di pelataran serambiSembari menyeruput kopi panasBaca juga: Rindu IbuTerselip ihwalPerasaan nyataResidu cuaMengingat laluNamun, kini warsa barumenyambutkuPenuh rentetan asa dengan semangat membaraKu tulis aksaradi secarik kertas putih tak bernodaLewat pena hitamBaca […]

Rindu Ibu

Foto: lpmmissi.com/ Pixabay Jauh mata memandangSemakin membuatkuRindu akan sosoknyaSosok yang selalu ada  Mewarnai hidupku yang abuRinduku padanyaSeakan-akan masuk hingga relung hatiMenyisakan piluYang terus menggebuTuhan…Sampaikanlah rinduku padanyaSampaikanlah…Beribu maafAtas kaki yang tak sampai melangkah kepelukannyaBaca juga: Doa di Penghujung KertasTak kuasa hati iniMenahan rinduYang sedemikian rupa Mewujudkan lelahnya jiwa iniAir mataMenjadi buktiRasa rindu yang selalu menyelimuti hidupkuAku merindukannyaYa, sosok […]

Doa di Penghujung Kertas

Di dalam selembar kertas putih yang telah usangKu menaruhkan segala doakemunafikankuKebusukankuKebodohankuKe Maha PemilikYang TunggalAtas kesombongan yang telah membalikkan anugerah menjadi dosaDosa menjadi anugerahDemi ego kemanusiaankuBaca juga: Kebebasan Demokrasi NegerikuSeribu tahun aku di tempat iniHanya menanam duri duri sepanjang jalanSerta menaburkan serbuk serbuk racun ke dalam udaraMerasuk dan merusak ke tubuh tubuh yang telah menghirupnyaMembuat deretan penderitaan […]

Kebebasan Demokrasi Negeriku

Negara ini lahir bukan dari tangan-tangan oportunis Bukan juga dari tangan-tangan haus kekuasaan Negara ini lahir karena satu tujuan, yakni kebebasan Namun, apalah arti kebebasan Jika masih banyak pendapat yang dibatasi Baca juga: Mencaci Cucian Demokrasi seakan memihak Yang benar semakin tenggelam Yang salah semakin mendulang kepermukaan Peraturan seperti terpenjara pada tangan-tangan komunis Apa yang bisa […]

Mencaci Cucian

Sore hari, pikiran melaju menembus yang sering mengendusPertanyan musim hujan belum terselesaikan, Mengenai kenapa aku kadang tidak tahu diri, Apalagi tahu malu?Banyak pertanyaan muncul, mengendap, hilang timbulTak kalah banyak dengan cacian di cucian, menumpuk setrikaanBanyak omong kosong membuat kembung pikiranBaca juga: Sajak Laut Waktu berjalan sore hari menuju pelataran rumahmu ituAku mengiyakan penindasan-penindasan yang kita rasa, masih […]

Contact Us

Gulir ke Atas