Buy now

27 C
Semarang
Minggu, Juni 23, 2024
spot_img
Beranda blog

Pendaki Pemula Wajib Simak Tips dan Trik Mengatasi Ketiadaan Toilet

0

Pemandangan saat mendaki gunung (foto:freepik.com)

SEMARANG,LPMMISSI.COM-Mendaki gunung menjadi hal yang sangat disukai oleh para pecinta alam. Hal itu tidak terlepas dari menjaga lingkungan sekitar. Sebelum mendaki, persiapan yang diperlukan yaitu fisik, mental, dan logistik juga diperlukan persiapan alat darurat untuk antisipasi saat tidak menemukan toilet di puncak gunung.

Berikut adalah beberapa tips dan trik yang berguna bagi para pendaki pemula untuk mengatasi situasi ini:

1. Membawa Sekop Kecil
Sekop kecil sangat berguna untuk membuat lubang kecil di tanah saat akan buang air besar, tetapi tidak menemukan toilet terdekat. Lubang ini sebaiknya dibuat dengan kedalaman minimal 15-20 cm untuk memastikan bahwa kotoran dapat terurai dengan baik dan tidak mencemari area sekitarnya. Setelah selesai, tutup kembali lubang tersebut dengan tanah dan camuflage menggunakan daun atau batu agar tidak meninggalkan jejak yang terlihat.

Baca Juga : Tanggapi Krisis Lingkungan, Greenpeace Indonesia Ajak Mahasiswa Terlibat dalam Kampanye Peduli Kelautan

2. Membawa Botol Air dengan Tutup yang Dilobangi
Membawa botol air dengan tutup yang sudah dilobangi adalah salah satu trik untuk membuat bidet portabel. Botol ini dapat digunakan untuk membersihkan diri setelah buang air. Cara membuatnya: lubangi tutup botol dengan paku kecil sehingga air dapat keluar dalam aliran yang halus. Air dalam botol ini dapat diisi ulang dari sumber air yang ada di gunung.

3. Memilih Lokasi yang Tepat
Saat harus buang air di alam, pilihlah lokasi yang jauh dari jalur pendakian dan sumber air untuk menjaga kebersihan dan privasi. Usahakan setidaknya 60 meter dari jalur dan sumber air.

4. Membawa Kantong Plastik khusus
Bawa kantong plastik untuk menyimpan tisu bekas dan sampah lainnya hingga menemukan tempat sampah yang sesuai atau saat akan turun gunung. Jangan meninggalkan sampah di alam untuk menjaga keindahan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga : Siap Hadapi Dunia Digital, HMJ PMI UIN Walisongo Gelar Pelatihan Desain Grafis

5. Membawa Cairan Disinfektan
Cairan disinfektan atau hand sanitizer sangat penting untuk memastikan tangan tetap bersih setelah melakukan aktivitas di alam.

Dengan persiapan yang tepat dan peralatan yang memadai, secara tidak langsung kita bisa menjaga kebersihan lingkungan dari langkah terkecil.

Penulis: Nur Iffatul Ainiyah
Editor: M. Kholis Dwi S.

Tanggapi Krisis Lingkungan, Greenpeace Indonesia Ajak Mahasiswa Terlibat dalam Kampanye Peduli Kelautan

Seminar kelautan yang diadakan oleh Greenpeace Indonesia berkolaborasi dengan SKM Amanat (foto:lpmmissi.com)

SEMARANG, LPMMISSI.COM-Greenpeace Indonesia berkolaborasi dengan SKM Amanat mengadakan Seminar Kelautan di Ruang Teater, Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang (12/6). Acara ini dilakukan untuk memperingati Hari Laut Nasional, sebagai kampanye mencegah kerusakan lingkungan.

Greenpeace merupakan organisasi kampanye, yang memiliki 4 program besar untuk diperjuangkan. Program tersebut meliputi, kehutanan, iklim dan energi, urban people power, serta kelautan.

Asisten Kampanye Ocean Greenpeace, Annisa Dian Ndari, jelaskan gerakan yang dilakukan untuk menjaga lingkungan laut serta memberikan kesadaran pada masyarakat sekitar, terutama masyarakat Belitong dan pulau-pulau kecil lain.

Baca Juga: Siap Hadapi Dunia Digital, HMJ PMI UIN Walisongo Gelar Pelatihan Desain Grafis

“Kita bekerja mengadvokasikan bersama nelayan untuk melawan tambang, karena pulau kecil itu tidak boleh ditambang. Selalu berada di garda terdepan untuk melindungi laut mereka, mereka berhak untuk hidup yang lebih berdaulat,” jelasnya.

Annisa juga memperkenalkan situs Lautsehat.id sebagai platform berbasis blog untuk membagikan cerita dan kampanye mengenai lautan dan isu lingkungan. Ia mengajak mahasiswa untuk turut serta berkolaborasi dalam gerakan tersebut.

“Temen-temen mahasiswa bisa bergabung dengan gerakan kita untuk mengangkat isu-isu lingkungan, kita bekerja bersama untuk bergerak,” lanjutnya.

Penulis dan pendukung komunitas, Jibriel Firman Sofyan, menjelaskan lebih detail mengenai peran situs lautsehat.id sebagai platform yang menyediakan tempat publikasi mengenai isu lingkungan.

“Melalui situs lautsehat.id, diharapkan bisa menjadi platform distribusi tulisan. Lautsehat.id tidak akan ada sensor, jadi teman-teman bisa mengemukakan pendapat dengan murni,” jelasnya

Ia menegaskan bahwa kontribusi dari penulis mahasiswa memegang peranan yang strategis.

“Kontribusi tulisan dari mahasiswa sangat berperan penting bagi situs ini, kalau tidak ada tulisan dari teman-teman, mungkin kita tidak akan terunggah. Tulisan mahasiswa sebagai kaum intelektual tentang sains dan hal-hal yang saat ini yang agak keliru, sangat strategis perannya,” tegasnya.

Terakhir, Jibriel mengingatkan untuk tetap menulis berdasarkan kaidah jurnalistik.

Reporter : Aisha Veranda Kartika
Editor : Lina Hanifati Atika

Siap Hadapi Dunia Digital, HMJ PMI UIN Walisongo Gelar Pelatihan Desain Grafis

SEMARANG, LPMMISSI.COM– Himpunan Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) adakan Pelatihan Desain Grafis di Gedung ISDB Teater Soshum. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) pada Selasa (11/6).

Pelatihan Desain Grafis ini bertajuk “Build Your Imagination with Your Design Creation”.

Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Agus Riyadi, mengatakan bahwa Pelatihan Desain Grafis ini untuk menambah skill mahasiswa dan asah kreativitas di dunia digital.

Baca Juga: Mahasiswa KPI Adakan Workshop Seni, Sarana Healing di Tengah UAS

“Seiring dengan berkembangnya dunia digital, tidak dipungkiri lagi mahasiswa turut mengikuti perkembangan zaman untuk menyeimbangkan dunia perkuliahan di masa digitalnya saat ini,” katanya.

Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Agus Riyadi, dalam sambutannya berharap agar mahasiswanya mampu mengikuti perkembangan dunia digital saat ini.

“Pelatihan Desain Grafis ini tidak hanya serta Merta, tapi temen² bisa menampung skill,” ungkapnya.

“Setelah pelatihan desain grafis ini dilaksanakan, teman-teman bisa mengaplikasikannya di dunia perkuliahan,” imbuhnya.

Baca Juga: Aniqunnahik Bagikan Strategi Lulus Ujian IMKA di Seminar Kordais

Pelatihan Desain Grafis ini bisa dijadikan sumber pengetahuan pada dunia desain yang tidak didapat di bangku perkuliahan.

Ia menambahkan bahwa sisi desain grafis tidak hanya dari gambar, desain yang bagus, namun gambar dan desain yang bagus itu muncul dari hati kita.

Pelatihan Desain Grafis ini diisi oleh Narasumber yang sudah ahli dalam dunia desain grafis yaitu Muhammad Syarofuddin Husain.

Syarof, telah menguasai berbagai skill dalam dunia desain grafis. Seperti, Canva, Corel Draw, Adobe Illustrator, WordPress dan masih banyak lagi dunia digital yang ia kuasai.

Ia juga mengajak mahasiswa yang hadir dalam acara Pelatihan Desain Grafis untuk praktik langsung menggunakan aplikasi desain Canva.

Baca Juga: Tingkatkan Skill Investigasi dan Videografi, LPM Missi Adakan Pelatihan Film Dokumenter

Syarof, berharap agar kedepannya mahasiswa dapat menggunakan aplikasi desain grafis Canva ini membantu tugas dalam dunia perkuliahan.

Reporter: Afifah Mubarokah
Editor : M. Kholis Dwi Saputro

Mosma Preparation Program: Kesempatan Emas Belajar di Luar Negeri Bersama Awardee Berprestasi

Kegiatan akhir seminar ditutup dengan foto bersama para pemateri (Foto:lpmmissi.com)

SEMARANG, LPMMISSI.COM-Internasional Office mengadakan seminar bertajuk “Mosma Preparation Program” bertempat di Gedung Teater Rektorat lantai 4, Senin (10/6).

Seminar ini merupakan bagian dari program MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA), yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi luar negeri di bawah naungan Kementerian Agama.

Seminar ini mendatangkan dua pemateri yang juga menjadi penerima beasiswa, yaitu Khoirul Adib awardee Mosma di Rochester Institute of Technology USA dan Salsabiela Lazuardhy, awardee Mosma 2023 di York College of Pennsylvania.

Baca Juga: Aniqunnahik Bagikan Strategi Lulus Ujian IMKA di Seminar Kordais

Dalam kesempatannya, kedua pemateri membuka sharing session langsung dengan para peserta seminar. Hal-hal yang dibahas mulai dari administrasi apa saja yang harus disiapkan untuk mendaftar program Mosma selanjutnya hingga berbagi tips dan trik lolos seleksi beasiswa.

“Ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat kita sudah menjadi awardee Mosma di luar negeri, yang harus dilakukan: jaga kesehatan, mencari informasi, menggunakan bahasa Inggris, eksplorasi komunitas untuk menambah relasi, dan adaptasi kultur yang ada disana. Sedangkan hal-hal yang tidak boleh kita lakukan adalah rasis dan vandalisme,” ucap Adib.

Salah satu tahapan dalam seleksi beasiswa ini adalah tes wawancara. Dalam tahap wawancara, pemateri menceritakan bahwa salah satu pertanyaan yang akan keluar adalah tentang moderasi beragama, agar ketika nantinya sudah berada di luar negeri, dapat menghargai yang berbeda keyakinan.

Baca Juga: Tingkatkan Skill Investigasi dan Videografi, LPM Missi Adakan Pelatihan Film Dokumenter

“Dalam tahap interview, banyak peserta yang gugur, maka harus mempersiapkan secara matang sebelum melakukan wawancara seperti mengenali potensi diri, apakah value kita pas untuk program ini? Ini ditentukan dari skor sertifikat bahasa, untuk Toefl (550), IELTS (6), duolinggo (110),” tegas Salsabiela.

Selain mengenai cara mendapatkan beasiswa, tidak ketinggalan pula pemateri juga berbagi pengalaman tentang kehidupan akademik dan sosial yang dijalani selama di Amerika Serikat. Salah satu hal yang menjadi pengalaman bagi Salsabiela, selama kuliah satu semester di luar negeri adalah program Mosma ini sudah mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan akademik dan personalnya.

Dalam kalimat penutupnya, Khoirul Adib memberikan motivasi bagi mahasiswa bahwa lolos dalam program Mosma menjadi salah satu hal yang membanggakan bagi kampus.

“Jangan terlalu bangga dengan kampus, tetapi banggalah ketika kita bisa berkontribusi selama berada di kampus,” ucapnya.

Wakil Rektor 1 UIN Walisongo Semarang, Mukhsin Jamil, dalam sambutannya menegaskan bahwa, seminar ini bukan hanya sekedar kegiatan biasa, tetapi merupakan tahap awal seleksi bagi 90 peserta yang nantinya akan dipilih untuk mengikuti program Mosma pada tahun 2024.

Penulis: Nur Iffatul Ainiyah
Editor: Aulia A Putri