spot_img
HomeKata MerekaBerdakwah Tanpa Meninggalkan Budaya

Berdakwah Tanpa Meninggalkan Budaya

FOTO: doc. lpmmissi.com

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Bermula dari ajakan sang ayah untuk berkolaborasi dalam menyebarkan siar Islam, Aldi Hasani, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) tergerak untuk ikut serta dalam membantu ayahnya untuk menyebarkan ajaran Islam dengan menggunakan media wayang.

Aldi terdorong untuk mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang dai karena ingin menyerukan pada diri sendiri agar bisa berbuat baik dimanapun dan kapanpun.

Hal itu juga sebagai muhasabah diri, terlebih jika orang lain melakukan kebaikan sesuai ajakannya, maka hal itu ia anggap bonus. “Bagi saya menjadi seorang da’i itu bukanlah sebuah profesi atau pekerjaan, berbicara di depan umum bisa saya katakan hobi saja,” ujarnya saat diwawancarai Kru LPM MISSI.

Sebenarnya Aldi tidak pernah berangan-angan ingin menjadi seorang da’i. Dahulu ia bercita-cita menjadi seorang Berdakwah Tanpa Meninggalkan Budaya guru. Sebagai orang Jawa, Aldi menyukai perwayangan yang memiliki banyak makna mulai dari bentuk hingga isi cerita pewayangan.

Oleh sebab itu, dalam dakwahnya ia menggunakan sarana pendukung yaitu wayang dan mengemasnya agar bisa disukai oleh semua kalangan terutama kaum muda. “Wayang sering diidentikkan dengan orang jaman dulu dan kuno, saya ingin sekali mengubah pemikiran semacam itu dengan ikut belajar dan memainkannya dalam bingkai anak muda,” jelasnya.

Ia pun berharap di masa mendatang, Aldi bercita-cita memiliki kelompok musik pengiring dan gamelan sendiri dalam berdakwah dengan menggunakan media wayangnya tersebut. “Sebenarnya sudah terbentuk walaupun belum sempurna dengan nama ‘Gendhing Kiai Jati’ yang saya mimpikan suatu saat nanti akan menjadi grup besar yang tidak luput dengan ciri khas Jawanya,” harapnya.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

PALING BARU

PALING POPULER