WR II UIN Walisongo: Tidak Kuat Bayar Tidak Usah Kuliah!



SEMARANG, LPMMISSI.COM – Polemik kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi isu hangat setiap tahunnya, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Imam Taufik memberi tanggapan mengenai hal ini, menurutnya jika dirasa terlalu mahal mahasiswa tidak usah kuliah di sini.

Menurutnya tidak ada kenaikan, karena itu semua dikaitkan dengan persoalan kebutuhan prioritas program masing-masing fakultas dan ada sedikit upgrade yang dulunya lima grade sekarang menjadi tujuh grade.

“Secara umum tidak ada kenaikan, hanya ada sedikit upgrade saja, semua komponen masih sama,” ungkapnya saat di temui kru LPMMISSI.COM di kantornya, Rabu (23/05).

Baca Juga: Berdzikir dan Fokus, Kunci Tarian Sufi

“Bukan soal mahal atau tidaknya, jauh-jauh hari UKT sudah di share oleh menteri agama, penentuan UKT basisnya adalah kekuatan dan keuangan masing-masing orang tua, kalau masih tidak setuju tidak usah kuliah di sini,” jelasnya.

“Dan perlu dicatat, UKT bukan untuk sarana prasarana, UKT itu hanya untuk kepentingan proses belajar mengajar dan mahasiswa, sarana prasarana itu dari negara, tidak ada uang UKT masuk sarana prasarana,” tambahnya.

Imam Taufik juga membantah statement “Kampus Rakyat” bukanlah UIN Walisongo.

“Siapa yang bilang ini kampus rakyat? Ini bukan kampus rakyat, ini kampus pemerintah, tidak ada istilah rakyat-rakyatan,” pungkasnya. 

Reporter: Isbalna
Editor: Muhammad Miftahul Kamal Annajib

12 thoughts on “WR II UIN Walisongo: Tidak Kuat Bayar Tidak Usah Kuliah!

  • June 4, 2018 at 10:05 am
    Permalink

    Belajar gak harus di uin walisongo, kalau yabg di cari cyma ijazah masih banyak kampus lain yang lebih kompeten

    Reply
  • June 4, 2018 at 9:44 pm
    Permalink

    Wajar.. emang kuliah itu butuh banyak biaya..

    Reply
  • June 5, 2018 at 7:31 am
    Permalink

    [[Tuku udud sak bungkus iku Rp. 20 rb wajar nang ngaliyan, nah kuliah 5 jt ntuk e udud karo guyonan tog iya dadine gak wajar, oke sedulur jajal d nalar, nah fasilitas mumpuni , dosen berkualitas, sarpras mrmadai, alumnus terjaring dan outpun nya baik ok wajar 5 jt, tapi nah drung opo2 dodolane larang iya mesti akeh gak payune ra, iya masalahe kahanane kacau trus akeh gak pecus ngurusi kebijakan nganggo arif bijaksana….intropeksi wahai penguasa, kudu pinter nafsirke kebijakan kanggo tiang katah njeh.qobul maqosidana.

    Reply
  • June 5, 2018 at 9:59 am
    Permalink

    Masih ikut jga memantau,..
    Dan yang harus dibingat selalu do'a kan kedua orang tua sehat selalu dan semoga di beririzki yang baarokah dari Allah SWT.

    Reply
  • July 18, 2018 at 1:36 am
    Permalink

    Apaan, UKT yg diberikan tdk sesuai keadaan finansial ortu, selisihnya sgt byk dgn gaji ayah saya, mencapai 3jt lebih, sy sampai berpikir mengundurkan diri, walau ortu sy masih mikir dulu & menentang keinginan saya untuk gap year, sy juga tdk ingin memberatkan ortu, aplg jurusanya blm ada akreditasi

    Reply
  • July 18, 2018 at 1:38 am
    Permalink

    Nah bener, mbokya mikir dulu toh, belum apa2 msh baru juga fakultasnya kok berani2 kasih ukt mahal

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us