Stock Opname Di Perpustakaan UIN Walisongo Semarang

foto : lpmmissi/Dwi

SEMARANG, LPMMISSI.com – Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo bagian koleksi lantai 2 untuk sementara tidak bisa dikunjungi, Senin (25/01). Hal tersebut dikarenakan perpustakaan tengah disibukkan dengan adanya kegiatan stock opname, yakni perhitungan ulang atau cacah ulang atas koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. “Kegiatan tersebut merupakan inventarisasi atas koleksi yang dimiliki, baik yang tersedia, terpinjam, ataupun hilang,” tutur Ana dari devisi pengembangan koleksi perpustakaan.

Penutupan pelayanan dilaksanakan bergantian, yakni ketika lantai dua ditutup maka lantai bawah dilaksanakan pelayanan dan sebaliknya. Tindakan tersebut dilaksanakan karena stock opname membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Semakin banyak koleksi maka semakin banyak waktu yang dibutuhkan, setidaknya membutuhkan satu bulan untuk melaksanakan kegiatan tersebut” lanjut Ana. Ditargetkan stock opname selesai pada awal Maret, yakni ketika perkuliahan sudah mulai aktif.

Pemilihan waktu atas kegiatan stock opname adalah waktu liburan. Bukan tanpa alasan, karena dikhawatirkan akan mengganggu kebutuhan akan penggunanya. Hal tersebut telah dimaklumi oleh mahasiswa. “Makalah atau tugas perkuliahan sering kali kompleks  sehingga membutuhkan banyak referensi. Oleh karenanya diharapkan ketika perkuliahan aktif, kegiatan tersebut telah rampung sehingga tidak mengganggu mahasiswa,” ungkap Erna Maliyatul Izzah, mahasiswa semester 1 Jurusan Tafsir hadits.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia, seharusnya stock opname  dilaksanakan tiga tahun sekali. Namun setelah enam tahun, perpustakaan UIN Walisongo baru melaksanakan stock opname kembali. “Terakhir kali stock opname dilaksanakan pada tahun 2010 dan baru dilaksanakan kembali pada tahun 2016,” tambah Ana. Selain sebagai bentuk pemenuhan kewajiban, stock opname juga memiliki fungsi yang penting yakni menghitung kembali koleksi-koleksi yang dimiliki perpustakaan, mulai koleksi yang dimiliki, koleksi yang hilang, terpinjam ataupun yang tersedia. Sehingga jelas berapa persen rasio ketersediaan barang dan yang tidak tersedia.

Permintaan maaf disampaikan oleh pihak perpustakaan karena belum diinfokannya kegiatan stock opname. “Sebelumnya kami minta maaf atas persiapan yang mendadak sehingga jauh-jauh hari tidak diinfokan terlebih dahulu,” ungkap Ana. “Semoga ke depan pelaksanaan setiap kegiatan lebih baik dan dilaksanakan sosialisasi terlebih dahulu,” tutupnya. (Dwi)

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: