Nyaris Gagal Wisuda, Lulusan KPI Sabet Skripsi Terbaik FDK

Sosok Nabila Nikmatul Laili, Wisudawan dengan skripsi terbaik FDK yang nyaris Gagal Wisuda. Dok. Lpmmissi.com

SEMARANG,LPMMISSI.COM – Wisudawan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Nabila Nikmatul Laeli berhasil menyabet penghargaan skripsi terbaik di fakultasnya setelah hampir gagal wisuda periode 79.

Nabila menceritakan awal mulanya, ketika sehari menjelang sidang skripsi nilai Kuliah Kerja Nyata (KKN) pengakuan tak kunjung keluar. Dirinya pun hanya bisa pasrah, meski telah berusaha dan berkoordinasi dengan pihak Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat (LP2M).

“Sedih rasanya dan saya sudah pasrah kepada Allah kalau disemester 7 ini tidak jadi wisuda. Tapi alhamdulillah sehari sebelum sidang skripsi tanggal 30 Desember 2020 nilai KKN pengakuan saya keluar,” ucapnya saat dihubungi kru lpmmissi.com, Selasa (16/02).

Baca Juga : Aktif Banyak Organisasi, Tak Menghalangi Nabila Jadi Wisudawan Tercepat

Namun rasa sedih Nabila terobati ketika skripsinya yang berjudul “Budaya Komentar dalam Praktik Pemberitaan di Media Sosial Instagram Mojokdotco (Prespektif Komunikasi Islam)” berhasil menyabet predikat terbaik di lingkup FDK.

Lebih lanjut, Nabila menceritakan perjuangannya dalam menulis skripsi hanya membutuhkan waktu tiga minggu. Ia mengaku konsisten mengerjakan skripsi dari pagi hingga larut malam.

“Paling istirahat tuh pas waktu salat dan makan aja. Tapi terkadang suka lupa makan karena saking kerasnya ingin segera menyelesaikan skripsi ini,” jelasnya.

Baca Juga : Mahasiswa Pegiat Relawan Pendidikan, Raih Wisudawan Terbaik KPI

Pengorbanan itu sengaja ia lakukan untuk membanggakan kedua orang tuanya. Bahkan Nabila juga sukses menjadi wisudawan tercepat hanya dengan membutuhkan waktu 3,5 tahun.

“Tidak ada tips khusus sebenarnya, saya selalu berpegang teguh pada prinsip tidak menunda, bekerja keras, dan tidak mengeluh apa yang sudah menjadi kewajiban,” ucapnya.

Selain itu, Nabila juga dikenal pandai membagi waktu dan pekerja keras. Hal itu ia buktikan dengan aktif diberbagai organisasi kampus dan nyambi bekerja penjual bubur dan seblak.

“Intinya sih rajin, bekerja keras, berusaha dan jangan lupa bersyukur agar segala sesuatu dapat memperoleh hikmahnya,” pesannya.

Reporter: Sri Mulya
Editor: Moch Hafidz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us