Nama asli Simpang Lima adalah Lapangan Pancasila. Benarkah?


Simpang Lima terletak di tengah-tengah pusat Kota Semarang. Di sekitar kawasan ini berdiri pusat perbelanjaan dan hotel-hotel berbintang seperti Hotel Ciputra, Hotel Graha Santika, Hotel Horison, E Plaza,  Ramayana, Plaza Simpang Lima, dan lain-lain. Lapangan Simpang Lima ini adalah pusat keramaian warga Semarang, pada hari Sabtu dan Minggu serta pada hari-hari libur. Setiap minggu pagi, Simpang Lima juga diramaikan dengan kegiatan Car Free Day (CFD).
Banyak warga yang tidak mengetahui, jika nama persimpangan di Kota Semarang bukanlah Simpang Lima,melainkan Lapangan Pancasila. Simpang Lima dijadikan sebagai pusat alun-alun berdasarkan usulan Presiden Republik Indonesia yang pertama yakni Ir. Soekarno. Pusat alun-alun yang awalnya terletak di daerah Kauman telah berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Lapangan Pancasila, sedianya akan dibangun  di jalan Oei Tiong Ham yang saat ini menjadi Jl. Pahlawan.
Pada akhirnya Lapangan Pancasila bisa terbangun pada tanggal 1969. Karena lapangan ini merupakan pusat dari lima jalan yang bertemu, maka akhirnya lebih dikenal sebagai Simpang Lima. Jika berkunjung ke Simpang Lima, masyarakat di sana juga belum tentu tahu jika ditanya tentang Lapangan Pancasila karena mereka lebih familiar dengan nama Simpang Lima. Saat ini Simpang Lima telah menjadi ciri khas Kota Semarang yang berupa ruang terbuka yang biasanya digunakan oleh masyarakat setempat untuk melakukan berbagai aktivitas.
Namun nama Simpang Lima lebih akrab ditelinga warga semarang. Di samping menjadi pusat kota, Simpang Lima juga menjadi wahana untuk berekreasi di hari libur. Di sanakita juga bisa  bermain sepeda yang sudah disediakan ditepianbundaran Simpang Lima. Selain sepeda, di sanajuga tersedia tempat untuk berlatih sepatu roda yang cukup luas. Untuk itu kita sebagai warga semarang harus berperan aktif untuk menjaga  Simpang Lima agar bisa dinikmati sampai anak cucu kita nanti. Bagaimanapun Simpang Lima telah menjadi ikon Kota Semarang yang harus kita jaga. (M. Dafi Yusuf)

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: