spot_img
HomeBeritaKedubes AS untuk Indonesia Diskusi Kerja Sama dengan KPI UIN Walisongo

Kedubes AS untuk Indonesia Diskusi Kerja Sama dengan KPI UIN Walisongo

KEDUBES AS datang ke UIN Walisongo
FOTO: doc. lpmmissi.com

SEMARANG, LPMMISSI.COM —Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia melakukan diskusi kerja sama dengan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo.

Diskusi yang berlangsung di Ruang Sidang Gebyok, FDK itu dihadiri juru bicara (jubir) Kedutaan Besar, Kepala Jurusan (Kajur), Sekretaris Jurusan (Sekjur), dosen, dan beberapa mahasiswa KPI.

Jubir Kedubes Amerika Serikat, Wuri Parmaitri, mengatakan, kehadirannya untuk mendengar dan berkenalan lebih dekat dengan KPI UIN Walisongo.

“Tujuan awal saya ke sini bersilaturahmi agar dapat saling mengenal dengan baik, khususnya mengenai kebutuhan dari para mahasiswa. Dengan demikian, pihak Kedubes akan tahu harus berbuat seperti apa,” ucapnya, pada Jumat (21/10).

Wuri Parmaitri menjelaskan bahwa dirinya sebagai bagian dari jubir Kedubes AS di Indonesia akan merangkum tentang kebutuhan mahasiswa FDK.

Ia mengaku catatan tersebut akan dibawa ke Jakarta untuk disampaikan kepada rekan-rekannya di jajaran Kedubes. Tak lupa juga sempat disinggung mengenai beberapa beasiswa ke AS, baik untuk dosen maupun mahasiswa.

Kajur KPI, Muhammad Alfandi, menjelaskan peluang sekaligus tantangan dalam dunia jurnalistik sangat banyak sehingga diperlukan persiapan dari segi kurikulum.

“Jurusan KPI tak ubahnya menjadi pijakan sebagai basis profesi jurnalis. Terlebih terhadap pengungkapan sesuatu yang terlihat dan harapannya ini aktivitas tersebut membawa kedamaian,” tuturnya.

Festival Konsentrasi

Konvergensi media dan kebutuhan serapan lulusan membuat para pembesar jurusan KPI mengambil sikap. KPI yang sebelumnya memiliki konsentrasi jurusan berupa Televisi Dakwah, Radio Dakwah, dan Penerbitan Dakwah, direkonstruksi menjadi Public Relation, Broadcasting, dan Jurnalistik pada tahun 2020.

Salah satu konsentrasi yang menjadi perbincangan pada diskusi ini ialah konsentrasi public relation yang terbilang baru. Meskipun demikian konsentrasi Public Relation memiliki peminat terbanyak kedua setelah konsentrasi Broadcasting.

Mahasiswa konsentrasi Public Relation, Dela Nurul Fatikhah membenarkan tak sedikit mahasiswa yang mengambil konsentrasi tersebut.

Dela mengatakan meskipun banyak peminat akan tetapi ia merasa dalam konsentrasi Public Relation belum memiliki naungan.

Hal itu yang menggerakkannya dan teman-temannya untuk membuat sebuah komunitas. Komunitas ini beranggotakan mahasiswa yang memiliki peminatan serupa.

“Secara struktural memang sudah dibuat, dengan nama Walisongo Public Relation Community yang diketuai M Adjy Soenantoko,” ujarnya.

Dela menceritakan, sebagai branding sekaligus upaya perkenalan diri komunitasnya akan menggelar Festival Konsentrasi yang direncanakan akhir tahun.

“Peresmiannya nanti kita akan menggelar Festival Konsentrasi yang mengajak konsentrasi lain dan dari luar sehingga harapannya menjadi jalinan kerja sama yang berkelanjutan,” tutupnya.

Reporter: Fikri Thoharudin
Editor: Muhammad Irfan Habibi

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

PALING BARU

PALING POPULER