Menu

Mode Gelap
Buka KUPI ke-II, Ini Pesan Wapres Ma’ruf Amin Untuk Ulama Perempuan Indonesia Dua Cabor Korelasi 2022 Batal Karena Minim Biaya Sejumlah Peserta Kecewa Akibat Beberapa Cabor Dibatalkan H-1 Korelasi Awalnya Dilarang, Kini Tim Rewo-rewo Diperbolehkan Tanpa Drum Band Orsenik Ganti Nama Menjadi Korelasi, Ini Alasannya

Berita · 13 Aug 2020 00:53 WIB ·

Kampus dituntut Bebas dari Kekerasan Seksual


 Kampus dituntut Bebas dari Kekerasan Seksual Perbesar

Foto: Sumber Tangkapan Layar Live Streaming Youtube UIN Walisongo

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dituntut untuk bebas dari kekerasan seksual.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Siti Rofiah menilai kampus  memiliki fitrah menjadi tauladan yang seharusnya dapat merubah pola pikir orang-orang di dalamnya.

Dirinya pun merasa gelisah ketika civitas akademik ragu dan tidak percaya bahwa di perguruan tinggi terdapat kasus kekerasan seksual.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Kebanyakan dari Orang Terdekat

“Padahal pada tahun 2019 terungkap 1011 kasus dari survei 16 Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia,” ujarnya saat menjadi narasumber webminar yang diselenggarakan oleh PSGA UIN Walisongo tentang Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Rofiah pun meminta kampus untuk segera memiliki sistem dan mekanisme yang komprehensif terhadap kasus ini.

“Jika masih terdapat tindakan tidak bermoral seperti kasus kekerasan seksual, berarti itu sudah menyalahi fitrah dan marwah perguruan tinggi,” ucapnya pada Rabu (12/8).

Baca juga: LRC-KJHAM: Kasus Pelecehan Seksual Sulit Terselesaikan

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Alimatul Qibtiyah menekankan kampus harus merubah paradigma nama baik kampus.

Ia tak setuju dengan pernyataan bahwa menyembunyikan kasus kekerasan seksual merupakan cara untuk menutupi aib agar tidak mencoreng nama baik kampus.

“Nama baik kampus justru ditentukan oleh keberhasilan dari para pimpinan dalam menyelesaikan persoalan kekerasan seksual dengan baik,” katanya.

Baca juga: DEMA FDK Deklarasikan Anti Kekerasan Seksual

Ia pun berharap kampus gencar mensosialisasikan bentuk-bentuk kekerasan seksual di lingkup civitas akademik.

“Supaya korban tidak takut lagi untuk melapor dan dapat menghentikan tindakan dari pelaku,” tandasnya.

Reporter: Fitroh Nurikhsan
Editor: Mela Fauziah

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rayakan Harlah ke-43, KSK Wadas Persembahkan Penampilan Spesial dari New Santana

26 November 2022 - 03:07 WIB

Nur Rofiah: Tiga Pendekatan KUPI untuk Mewujudkan Keadilan Sistem Kehidupan

24 November 2022 - 17:48 WIB

KUPI Ke-II Dihadiri Partisipan dari Berbagai Komunitas dan 31 Negara

24 November 2022 - 17:33 WIB

Nur Rofiah: Tiga Pendekatan KUPI untuk Mewujudkan Keadilan Sistem Kehidupan

24 November 2022 - 17:18 WIB

Ketua KUPI: Perguruan Tinggi dan Pesantren Adalah Pilar penting dalam Ulama perempuan Indonesia

23 November 2022 - 14:10 WIB

Badriyah

Buka KUPI ke-II, Ini Pesan Wapres Ma’ruf Amin Untuk Ulama Perempuan Indonesia

23 November 2022 - 14:04 WIB

KUPI Ke-II
Trending di Berita