Ingin Besarkan Pesantren, Aida Sukses Jadi Wisudawan Magister Terbaik FDK

Sosok Aida Sedang berfoto usai acara wisuda ke-79 UIN Walisongo Semarang. Dok. LPMMISSI.com

SEMARANG, LPMMISSI. COM – Siapa sangka mahasiswi magister jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bakhita Aida yang memiliki cita-cita ingin membesarkan pesantren bareng suaminya berhasil menjadi wisudawan magister terbaik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.

Aida sapaan akrabnya, sukses meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78. Dirinya pun mengaku sengaja memilih melanjutkan jenjang S2 nya di FDK. Lantaran ia ingin mendampingi suami dalam mengembangkan pondok pesantren Al-Khoridah di Kudus.

“Saya ingin membekali diri saya agar bisa mendampingi suami membesarkan pesantren dan ingin ilmu komunikasi penyiaran islam bermanfaat. Paling tidak untuk santri yang tinggal bersama saya,” ucapnya saat dihubungi kru lpmmissi.com, Kamis (18/2).

Baca juga : Dinilai Kurang Persiapan, Bawaswa Ingatkan KPM Sukseskan Pemilwa Online

Disinggung mengenai prestasi, lulusan sarjana Universitas Diponegoro ini bukan prioritas utamanya. Baginya skill atau kemampuan diri paling utama.

“Saat ini yang lebih penting adalah skill dan praktik yang diterapkan di masyarakat. IPK bagi saya hanya sebagai simbol,” katanya.

Lanjutnya, Aida bercerita ketika menjalani perkuliahan S-2, dirinya mengalami beberapa kendala. Hal itu disebabkan karena ia sudah berumah tangga dan sedang dalam keadaan mengandung.

Baca Juga : UIN Walisongo Lepas 1.157 Wisudawan Secara Offline dan Online

Selain itu, lantaran tidak memungkinkan untuk pulang pergi dari kudus ke semarang. Akhirnya ia memutuskan untuk menyewa kosan di dekat Pondok Pesantren Besongo.

“Waktu itu saya hamil jadi tidak memungkinkan untuk ngelaju. Jadi saya tinggal di kos dekat Pesantren Besongo biar kalo nganggur saya bisa ngaji juga,” terangnya.

Aida pun mengaku pada saat di pondok telah menyukai publik speaking. Bahkan beberapa kali kerap diundang tausiah di acara majelis taklim. Atas dasar itulah ia memutuskan ketika melanjutkan jenjang magister mengambil program studi KPI.

“Ketika S1 saya mondok, dan paling seneng publik speaking. Sering diundang untuk tausiah di acara majlisan. Akhirnya saya berfikir kalau bidang seperti itu tempatnya di KPI,” pungkasnya.

Reporter: Oktaviani Elly Masfufah
Editor: Fitroh Nurikhsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us