Buy now

31 C
Semarang
Kamis, Mei 30, 2024
spot_img

Dua Partai Desak KPM Segera Rilis Rekapitulasi Pemilwa

Mahasiswa sedang menggunakan hak pilih pemilwa di gedung serba guna UIN Walisongo pada Kamis 30/11 ( foto:lpmmissi.com)
Mahasiswa sedang menggunakan hak pilih pemilwa di gedung serba guna UIN Walisongo pada Kamis 30/11 ( foto:lpmmissi.com)

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Dua partai mahasiswa, yakni Partai Pembaruan Mahasiswa (PPM) dan Partai Mahasiswa Demokrat (PMD) mendesak Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) untuk segera merilis hasil rekapitulasi suara pemilihan mahasiswa (Pemilwa).

Sesuai dengan mekanisme Pemilwa, seharusnya hasil rekapitulasi suara sudah masuk ke Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Hal itu disampaikan ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPM, Muhammad Ridlwan.

“Kami meyakini bahwa hasil suara bisa dipublikasikan. Namun, sampai hari ini KPM belum mempublikasikan dan saya yakin besok akan banyak gerakan ketika KPM tidak segera mengambil sikap,” ucap Ridlwan, Kamis (30/11).

Baca juga: Mahasiswa Kerubungi Kotak Suara, Pemiih Tak Ada Privasi

Ridlwan menegaskan PPM akan melakukan langkah konkret lain jika KPM tidak segera merilis hasil pemilwa. Salah satunya dengan mengirim surat desakan kepada KPM.

Desakan ini turut disampaikan oleh Ketua DPP Partai Kebangkitan Mahasiswa (PKM), Eka Mulyono. Pasalnya timbul dugaan jika yang memiliki akses rekapitulasi suara Pemilwa hanya ketua KPM.

“Kami juga mendesak agar KPM segera mengeluarkan hasil rekapitulasi Pemilwa karena ada dugaan yang mengetahui akses hanya ketua KPM,” kata Eka saat diwawancarai kru lpmmissi.com via WhatsApp.

Baca Juga: Sistem Voting Error, Bukti KPM Tidak Serius Siapkan Pemilwa

Lebih lanjut, Eka menegaskan sebagai pihak yang sering dikecewakan oleh KPM, ia sudah tidak lagi percaya dengan KPM.

Berbeda dengan PPM dan PKM, Ketua Partai Mahasiswa Demokrat (PMD), Dimas Putra, menegaskan, PMD tidak pernah mendesak KPM untuk mengeluarkan hasil rekapitulasi Pemilwa Sebab, menurutnya untuk menyesuaikan hasil suara membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Ditambah tadi ada mahasiswa yang sudah registrasi tapi belum sempat mencoblos karena jam 18.00 sudah ditutup oleh oknum anggota KPM. Padahal di sosial media, KPM merilis bahwa waktu diperpanjang sampai jam 20.00,” lanjutnya.

Menanggapi persoalan itu, salah satu anggota KPM, FA, menuturkan, yang memiliki akses ke PTIPD hanya ketua KPM. Akan tetapi, hingga saat ini ketua KPM tidak dapat dihubungi.

“Tidak ada alasan untuk ketua KPM sedang merekap suara. Karena suara secara otomatis masuk ke PTIPD. Kemudian ketua KPM mengajukan surat untuk memperoleh hasil suara,” ungkapnya.

Baca Juga: Minim Sosialisasi Pemilwa, Mahasiswa Kebingungan

FA menilai ketua KPM tidak netral karena tidak segera mempublikasikan hasil suara. Ia turut mengungkapkan kekecewaannya karena ketua KPM dinilai terlalu bergantung pada birokrasi.

“Kami hanya punya waktu 9 hari. Timeline pemilwa itu bukan dari rumusan teman-teman KPM, melainkan dari WR 3,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menegaskan KPM seharusnya menjadi lembaga yang independen bukan mengikuti perintah birokrasi.

FA turut menjelaskan mengenai perpanjangan waktu saat pencoblosan. Saat memutuskan ada perpanjangan waktu, ketua KPM hanya berkoordinasi dengan divisi media tidak dengan anggota KPM lainnya.

“Sosialisasi di Instagram terkait perpanjangan waktu mencoblos itu di jam 18.12, seharusnya perpanjangan dilakukan sebelum jam 18.00. Kalau seperti itu artinya inkonstitusional atau melanggar aturan” katanya.

Reporter: Febita Gita Reziana

Editor: Indah Wulan

baca juga

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0PengikutMengikuti
3,609PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

terkini