LPMMISSI.COM

Cak Kirun Bawakan Kidungan dalam Dies Natalis ke-49

SEMARANG, LPMMISSI.COM – “Kembang cerme kuning warnane, kembang jagung mekare sore. Ojo mikir golonganmu dewe. Ojo bingung, pikiren liyane,” ujar Kirun saat berkidung dihadapan ribuan mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Di hadapan penonton, pelawak asal Madiun yang punya nama asli H. Syakirun itu sesekali mengeluarkan guyonan sembari menyindir kecut Prie GS dan Sosiawan Leak malam itu, Sabtu (6/4) di Gedung Serbaguna (GSG).

Cak Kirun turut berpartisipasi memeriahkan acara Ngaji Bareng dan Peluncuran Buku yang berjudul “Fatwa dan Canda Kiai Saridin”.

Baca juga : Haidar Bagir : Ihsan Ibarat Segitiga Sama Kaki

Pelawak kondang pada era 90an itu mengungkapkan, dia berprofesi sebagai pelawak ludruk sejak puluhan tahun. Yang mana isi dari syair kidungan juga sering disisipi dengan lawakan.

Menurut dia, kidungan lawak yang dibawakannya merupakan contoh kidungan yang bisa dibawakan pada zaman sekarang.

“Ada lagi yang bisa dibawakan, iki jaman-jaman kemajuan, wong sing seneng arek nom-noman, senengane pacar-pacaran, nek pacaran ora reti aturan,” celotehnya disambut gelak tawa penonton.

Baca Juga : Jenuh Bekerja, Berwirausaha Menjadi Solusinya

Di akhir penampilan, Cak Kirun menampilkan kidung kegemaran Kiai Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan para sesepuh Kiai Saridin.

“Ono kidung rumekso ing wengi, teguh ayu luputo ing loro. Luputo pilahe kabeh, jin setan turun paneluran, tanpo ono wani miwak penggawi ala gunane wong luput. Geni temahan tirto maling adoh tan ngarah pangarak. Guno duduk pansirno,” ucapnya.

“Jika tidak tahu artinya, tunggu pagelaran kethoprak lakone Saridin Andum Waris,” pungkasnya.

Penulis : Sabrina MF
Editor : Moh Khabib Zamzami

Tinggalkan Balasan

Contact Us

Gulir ke Atas
%d blogger menyukai ini: