Haidar Bagir : Ihsan Ibarat Segitiga Sama Kaki

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Penulis buku “Dari Allah Menuju Allah” Haidar Bagir mengatakan, ihsan ibarat segitiga sama kaki. Sudut kirinya berarti iman, kanannya Islam, dan puncaknya sebagai penopang adalah ihsan.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi Talk show yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dalam rangka Diesnatalis UIN Walisongo di Auditorium I Kampus satu, Jum’at (5/4).

Menurut Bagir, Islam yang diwarnai ihsan adalah akhlak, saling membantu, saling menolong, dan tersenyum kepada orang lain. 

Baca juga: Jadikan Nh Dini Sebagai Ikon Sastrawan Semarang

“Sejak dulu ihsan tidak ada di Makkah, melainkan ada di Indonesia. Namun sekarang telah berubah, Islam yang ada di Indonesia banyak terjadi permusuhan antar umat, karena mereka menyimpan ajaran dari tempat yang tidak memiliki ihsan,” katanya.

Bagir menjelaskan, dahulu orang menggambarkan simbol Islam tidak terlalu kuat, tetapi esensi keislaman yang lebih diutamakan. Sementara berbeda dengan saat ini, orang lebih menonjolkan simbol namun esensinya kurang.

“Waktu saya masih tinggal di Solo, setiap depan rumah warga terdapat gentong dan siwur berisi air minum yang disediakan untuk musafir, bahkan terdapat ruangan khusus tempat singgah. Ekspresi keagamaan natural seperti itulah yang dulu sangat kental di Indonesia. Berbeda dengan sekarang, justru lebih menonjolkan simbol-simbol yang semakin keras dan melemahkan akhlak serta kualitas yang seharusnya keluar secara alami,” jelasnya.

Baca juga: Dialog Sastra, Arahkan Bahasa Masa Kini

Sementara itu, dosen Tasawuf dan Tafsir FDK, Safrodin Halimi mengatakan, dimensi terpenting dalam diri seseorang adalah hati. 

“Hati perlu disucikan seperti cermin yang memantulkan cahaya. Karena dengan hati bersih manusia bisa mengenal Allah,” katanya.

Reporter : Avita Nur/ Sheila Tanjaya
Editor: Aditia Ardian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us