Buy now

32 C
Semarang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_img

Asrorun Ni’am: Santri Harus Melek Politik

Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan santri perlu melek politik hal tersebut ia sampaikan pada sambutan acara Santri Ngaji Politik, Jumat (22/03).

SEMARANG, LPM MISSI.COM– Deputi bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan santri perlu melek politik agar tidak hanya dijadikan objek para politisi. Hal tersebut ia sampaikan pada sambutan acara Santri Ngaji Politik, Jumat (22/03).

Dalam hal ini, UIN Walisongo Semarang dan Dema UIN Walisongo bekerja sama dengan Kemenpora RI. Acara ini mengambil tema “Politik Sarungan: Peran Pemuda Dalam Integrasi Bangsa Pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.”

 

Acara yang digelar di Gedung Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang tersebut diikuti oleh para santri mahad UIN Walisongo dan mahasiswa KIP. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan dari UKM BITA FITK dan UKM Musik Universitas.

Baca Juga:Menjadi Wanita yang Dirindukan Surga

Dalam sambutannya, Asrorun Ni’am, memperingatkan bahaya tatkala santri abai dengan politik.

“Ketika kita alergi politik maka politik akan menikam kita, karena politik bukan hanya tentang korupsi, tetapi politik juga ada dalam politik pendidikan, politik sosial. Dengan demikian, jika santri buta politik maka santri hanya akan sebagai objeknya,” ujarnya.

Politik santri berbeda dengan santri politik. Nilai-nilai kesantrian perlu diaktualisasi dalam lingkup politik, disinilah pentingnya santri masuk dalam bidang politik.

Baca Juga:Finsend, Aplikasi Ojek Online Besutan 5 Alumni UIN Walisongo

Senada dengan sambutan sebelumnya, Rektor UIN Walisongo Semarang Nizar Ali, mengatakan bahwa di tengah perhelatan demokrasi, santri menjadi objek politik yang paling seksi bagi para polikus.

“Santri dan pesantren masih banyak dijauhkan dari aspek politik, saking kotornya hingga tak layak dibicarakan. Maka santri harus melek politik.”

Selain itu, Nizar Ali juga menyebut bahwa santri berperan penting dalam konstestasi pemilu.

“Dengan adanya acara ini memberikan pencerahan kepada mahasiswa untuk memberikan sudut pandang yang berbeda,” ujar Nizar Ali

Politik bukan satu-satunya dalam corak Islam, melalui politik ini santri memiliki peran penting dalam konteks pemilu presiden dan wakil presiden.

Walaupun sambutan keduanya dilaksanakan secara daring, namun acara tetap berlangsung dengan lancar.

Berhubung waktu mendekati berbuka puasa, kegiatan seminar hanya berlangsung secara singkat. Acara ini mengundang 2 narasumber, yakni Tazkiyyatul Muthmainnah (Anggota DPRD Jawa Tengah) dan Mukhammad Rikza (Kepala LP2M UIN Walisongo).

Tazkiyyatul Muthmainnah menyebut bahwa santri harus bisa jadi orang baik dimanapun tempatnya.

“Bahkan menjadi DPR melalui kebijakannya, bisa jadi membuat kebijakan yang pro dengan rakyat.”

Reporter: Nur Iffatul Ainiyah

Editor: Haqqi Idral

baca juga

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0PengikutMengikuti
3,609PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

terkini