spot_img
HomeBeritaAksi Kamisan Protes Tindakan Represif Aparat Terhadap Warga Wadas

Aksi Kamisan Protes Tindakan Represif Aparat Terhadap Warga Wadas

foto: dokumen lpmmissi.com

SEMARANG, LPMMISSI.COM- Aliansi Aksi Kamisan Semarang protes tindakan represif aparat berwenang pada warga Desa Wadas di depan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Kamis (10/02).

Aksi dimulai dengan seruan lagu Darah Juang yang mengudara dari patung kuda Pleburan hingga depan Polda Jawa Tengah.

Dilanjutkan panggung orasi, teatrikal, pembacaan puisi, pernyataan sikap, doa, serta tabur garam.

Mengenakan baju Ontokusumo, sang penggawa aksi, Luthfi menyuarakan keberatan terhadap intimidasi yang dialami oleh warga Desa Wadas sejak 8 Februari lalu.

“Aparat masuk ke rumah warga dan merampas alat-alat kerja dengan tuduhan membawa senjata tajam. Listrik dipadamkan ratusan polisi mengepung beserta menangkap puluhan orang termasuk beberapa anak,” ucapnya dengan lantang di depan barisan polisi.

Aksi tersebut berisi tuntutan agar dihentikannya tindakan represif, penarikan mundur aparat, dan penundaan pengukuran hingga selesai permusyawarahan.

Tuntutan tersebut diserahkan kepada Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Makmur agar disampaikan kepada Kapolda Jawa Tengah.

Ritual tabur garam juga dilakukan di gerbang Polda Jawa Tengah dengan maksud mengusir setan-setan yang ada di hati para aparat, pejabat, dan di Desa Wadas.

” Titi toto tentrem kerto raharjo. Melalui ruwatan ini semoga semuanya bisa disadarkan Yang Maha Kuasa untuk tidak lagi melakukan tindakan yang membahayakan masyarakat,” tandas Luthfi.

Gema sholawat terdengar, sahut menyahut, saling menyambung. Persis seperti saat warga Desa Wadas kedatangan aparat.

” Duh Gusti ingkang maha luhur, aparat sampun represif. Cukuplah diri Mu sebagai penolong. _Hasbunallah wanikmal wakil,” lanjut Lutfi.

Setelah beberapa orator dari lapisan masyarakat bergantian berorasi, aksi yang berlangsung damai tersebut selesai selepas Magrib. Massa aksi bubar, diiringi rintik hujan yang mulai mengguyur.

Reporter: Fikri Toharudin
Editor: Muhammad Irfan Habibi

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

PALING BARU

PALING POPULER