Trilogi Puisi: Bulan Ternodai

BULAN TERNODAI 

Di bulan pertengahan tahun

Pada bulan purnama
 

Pria itu menyetubuhi bulan
 

Dan bulan tak lagi purnama

Terkutuklah pria itu jadi bulan bulanan.

 
SUCI TERBELI IBLIS

Bulan berak tanpa cebok

Sinarnya berkemas kemas sesgera mungkin

Pergi menyembunyikan diri tanpa pamit

Gelap menyaksikan diam diam


Kesempatan memanfaatkan keadaan perlahan mengalungkan nyanyian sunyi sebagai cara 


Menidurkan terang, lelap dalam selimut

Bulan telanjang dikamar terlarang

Menjual surga dengan ilegal

Harga tinggi terpatokan tegak berdiri

Harga diri  mati bunuh diri

Sebab Harmoni menikmati perih

Anggap Kelamin sebagai pesta diri

Sambil Menari nari menikmati basah
 

Dan Iblis tertawa bebas dalam lubang sempit




SEBAGAI TERDAKWA

Di saat gelap menemani bulan
 

Di saat sepi menyemayamkan diri
 

Di saat itu pak bodo mengasumsikan tingkah laku
 

Di saat itu pula pak bodo lupa meresleting celana

Berjalan tak menengok kanan kiri

Kembali pulang ke rumah saat istri sudah tertidur lelap

Esok harinya rumah dikerubung warga

Seperti halnya semut mengerebungi gula

Pak bodo terkejut juga heran
 

Dan baru sadar bahwa resletingnya belum di kancing

Istrinya menangis

Istri tetangganya menangis

Suami dari istri tetangga mengamuk
 

Para warga pun meminta tanggung jawab

Pak bodo bingung menjawab

Penulis : Lukman Taufik

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: