Puisi: “Beberapa Hari Kedepan”

Beberapa hari kedepan, maafkan apabila disekitaran tubuhmu banyak yang menjamah

Tangan-tangan tanpa dosa akan melepas sebagian baju yang kau pakai,


Meraba-raba, mengoyak bahkan menusukkan benda-benda asing ke beberapa bagian

Maafkan apabila engkau yang kami korbankan

Bahwasanya, berbagai janji Ia lontarkan untuk mengembalikan keadaan ‘baik-baik saja’mu


Namun, kau juga tahu tingkah laku mereka


Yang semoga tak lupa janji manis, melupakan begitu saja setelah engakau dibuai


Suara-suara pembelaan terhadapmu, sudah terdengar samar-samar


Hampir nyaring


Beberapa hari kedepan langit yang menangisi akan membuat kau kedinginan, jangan masuk angin ya


Sebab baju-bajumu sudah tidak utuh adanya


Jangan marah, ya


Sebab siapa yang gegabah, atau kita memang sudah tidak punya satu-satunya kekuatan selain mengorbankanmu


Ricuh di luaran sana mengenai berapa baju yang akan mereka lepaskan, berapa tusukan yang akan meraka tancapkan


sebab memikirkan nasibmu, akibat kecil deforestasi yang diciptakan


Mata air pada hilang


Celeng-celeng turun ke jalanan


Kijang mengobrak-abrik pematang


Daging tubuhmu yang akan berguguran


Atau darahmu yang akan menjadi bandang


Lebih dari itu bukankah anak cucu kita harus hidup dengan penerangan sampai kiamat datang?


Kekhawatiran beberapa orang tentangmu, balasan untuk tetap melestarikan


Sedangkan kegegabahan orang(mungkin) tentangmu, beralasan untuk kemaslahatan umat Indonesia beratus tahun kedepan


Energi terbarukan yang ramah lingkungan katanya 


Nyatanya, eksplorasi yang baru melepas 45 ha baju sudah membuat darahmu mengaliri sungai-sungai di sekitar sungai rumah pamanku


Slamet, jangan masuk angin ya

Penulis           : Hijriyati Nur Afni
Ilustrasi Foto : L. Darmawan

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: