TPS-TPS Unik di Semarang, Dari Konsep Resepsi Hingga Pertunjukan Trail

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Bermacam cara dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS) di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengurangi angka golongan putih (golput) pada pemilu 2019. Mulai dari merias para petugas KPPS beserta petugas keamanannya hingga mengubah habis-habisan bentuk TPS.
 

TPS 09 di RT 02 RW 04 Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari misalnya. Mereka menyulap lahan parkir mobil warga menjadi lokasi pencoblosan ala resepsi pernikahan.

Berbagai ornamen lengkap sepertik kolam buatan, tanaman hias tertata rapi di depan bawah panggung. Ditambah, kain warna warni yang membentang di antara langit-langit menambah kesan pesta pernikahan semakin terasa. 

Baca juga: Ma’had Al Jami’ah Walisongo Wajibkan Santri Urus A5

Latar panggung pun tak kalah menarik, pajangan bunga warna warni berpadu dengan lampu hias dan tata letak yang indah membuat TPS semakin gemerlap. Orang yang sedang melintas pasti mengira sedang ada hajatan pernikahan di tempat itu. 

Calon pemilih yang datang akan disambut patung kuda dan angsa yang terbuat dari sterofoam dan para petugas KPPS berpakain ala resepsionis pernikahan. Namun yang membedakan, tidak ada kursi untuk dua mempelai di panggung seluas 10 meter itu.

Jika di Kelurahan Gayamsari menggunakan konsep pernikahan, beda halnya dengan di TPS 06 RW 03 Taman Muara Kelurahan Panggung Lor. Panitia Pemungutan Suara (PPS) membuat suasana TPS menjadi tempat atraksi trail trabas.

Ketika para pemilih masuk, disambut panitia yang berdandan ala pembalap trail trabas. Di pintu masuk, terpajang berjejer motor trail, 10 motor beratraksi  di lahan seluas 10×25 yang di sulap menjadi arena trail trabas.

Baca juga: DEMA-U : Mahasiswa UIN Rawan Golput

Ketua KPPS TPS 06, Sugimin mengatakan, konsep tersebut dipilih karena sebagian warganya menyukai motor trail. Diharapkan warga terhibur dan antusias datang menyuarakan hak pilihnya.

Masih di Kelurahan Panggung Lor, tepatnya di TPS 07 menggunakan tema kebhinekaan. Para petugas TPS menggunakan baju adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Ketua PPS, Abu Bakar menyebutkan, ada beberapa pakaian adat daerah yang dipakai saat Pemilun 2019 diantaranya, pakaian adat Minang, Madura, Jawa, Kalimantan, Papua, Aceh, Sulawesi dan juga Papua.

Sementara itu, panitia TPS 20 di RT 08 RW 04 Kelurahan Sumurboto menyulap lahan milik salah seorang warga menjadi TPS bertema ruang untuk berpesta kebun. Ketua PPS 20, M Farras Razin Perdana, mengatakan pihaknya sudah mengonsep PPS menjadi ruang yang nyaman bagi pemilih. Menurutnya, konsep pesta kebun dan resepsi ini menjadi salah satu pilihan agar menarik minat warga.

Warga Kelurahan Sumurbito, Wirya mengapresiasi kreativitas panitia TPS di banyak tempat. Menurutnya, tidak mudah membuat konsep semacam itu dan membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Reporter: Mohammad Khabib Zamzami
Editor: Isbalna

One thought on “TPS-TPS Unik di Semarang, Dari Konsep Resepsi Hingga Pertunjukan Trail

  • April 17, 2019 at 3:10 pm
    Permalink

    saran aja sih kasih foto foto mas mbak, jangan satu doang… judul udh bagus tapi kalo ga ada foto yg mendukung jdi kurang

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us