LPMMISSI.COM

Tips Membuat Straightnews

Lpmmissi – Sebagai mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, apalagi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam kita tentu tidak akan pernah lepas dengan yang namanya jurnalistik. Kita akan disuguhi berbagai macam tugas penulisan, khususnya tugas mebuat berita langsung atau Straightnews. Nah, teman-teman tentu sudah sangat mafhum soal apa dan bagaimana ciri-ciri Straightnews. Berikut ini beberapa rambu-rambu atau peraturan penulisan Straightnews standar yang berhasil penulis kumpulkan berdasarkan pengalaman magang di salah satu media surat kabar terkemuka di Jawa Tengah, silakan disimak baik-baik ya:

I. JUDUL

Judul merupakan salah satu elemen penting dalam penulisan berita, karena judul bisa menjadi penentu suatu berita itu menarik pembaca atau tidak. Perlu diketahui judul merupakan jualan utama suatu media, sedangkan lead adalah inti dari berita itu sendiri. Untuk membuat judul berita, ada baiknya judul harus memenuhi kriteria seperti di bawah ini:

a.      Maksimal 6 kata.

            Contoh:         – Miliki Tangan Ajaib, Ponari Jadi Dukun

b.      Atau, memecah judul yang terlalu panjang,  menjadi judul utama dan sub judul.

            Contoh:         – Rektor UIN Komersialisasikan Fasilitas Kampus                  

                                 – Mahasiswa  adakan Konsolidasi Akbar

c.     Mengandung Subjek dan Predikat dan Berupa Kalimat Aktif (menggugah).

            Contoh:         – Mahasiswa(S) Ditantang (P)Menjadi (K)Wartawan Profesional 

d.     Judul harus menarik dan menggugah.

            Contoh:          – Oknum Polisi Perkosa Istri Atasannya

e.     Jangan membuat judul dengan nama seseorang. Kecuali, tokoh, artis atau sesuatu yang sedang viral.

           Contoh:           – Kalap, Kamal Hancurkan Mobilnya Sendiri  (Disini Kamal bukan tokoh dsb, nama kamal juga banyak)

                                  – Jokowi Umumkan Reshufel Kabinet di Singapura (Semua orang mengenal Jokowi itu siapa)

                                  – Miliki Tangan Ajaib, Ponari Jadi Dukun (Nama Ponari sudah viral)

                                  – Irwansyah Berangkat Umroh Sebelum Menikah (Artis)

f.       Judul harus mewakili isi berita.

g.      Huruf awal tiap kata menggunakan huruf kapital. Kecuali, kata sambung.

           Contoh :          – Kota Lama Semarang Bersolek

                                  – Mahasiswa, Ditantang Menjadi Wartawan Profesional

                                  – Pergi Kondangan, Rumah Hangus Terbakar

h.     Menggunakan Rasa Lokal (kedaerahan)

Misal dalam suatu seminar yang diadakan oleh Unisula ada pertemuan tiga tokoh daerah; Pemkot Semarang, Pemkot Kudus, dan Pemkot Rembang membahas smartcity. Maka kita harus mengambil enggel dari sudut Semarang (lokal).

Contoh: – Pemkot Kudus Jalin Mou dengan Unisula

Judul ini sudah benar kalau kita adalah wartawan Kudus. Namun, karena kita bekerja di media yang berdomisili di semarang, maka kita harus mengambil sudut sebaliknya.

Contoh: – Unnisula Bantu Pemkot Kudus Kembangkan Smartcity

Atau untuk mengambil langkah aman kita bisa ambil enggel yang netral saja. Karena ada tiga daerah yang melakukan pertemuan , maka kita bisa ambil enggel umum saja.

Contoh: – Tiga Daerah Pamerkan Smartcity, atau

             – Tiga Daerah Tunjukkan Kelebihan Smartcity Masing-masing

II. LEAD

Seperti kita ketahui, berita Straightnews memiliki beberapa bagian dalam teori piramida terbalik. Diantaranya adalah Lead (kepala berita), tubuh berita yang berisi pelengkap data dan kronologi jalannya peristiwa. Kali ini kita akan membahas Lead. Lead merupakan inti dari suatu berita. Biasanya apa yang menjadi pembahasan utama berita termuat di dalam lead. Lead bisa juga disebut kepala berita, yang menjadi pokok berita itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa poin yang diperlukan dalam membuat lead berita:

a.         Memiliki unsur 5W+1H/S-P-O-K2 di awal kalimat.

b.        Merupakan penjabaran judul (Isi).

c.        Usahakan, Lead satu kalimat saja.

d.        Lead maksimal terdiri dari 30 kata dalam satu paragraf.

Contoh Lead dengsn judul: Fahrurrozi: Lingkungan Tidak Baik, Bumi Semakin Panas

Semarang, Lpmmissi.com – Bumi semakin panas rupanya memang telah terbukti akhir-akhir ini. Hal ini diakibatkan oleh keadaan lingkungan yang tidak baik.

“Mestinya dengan  posisi Indonesia yang strategis  di lintasan garis khatulistiwa, beberapa wilayah lingkungan kita tak harus terkena gagal panen, banjir yang tidak terkondisikan, dan kekeringan berkepanjangan. Ini karena kurangnya kepedulian kita terhadap lingkungan,”  ungkap Fahrurrozi dalam sambutannya pada Seminar Keslin (Kesehatan Lingkungan),  dengan tema Save The Earth Perspektif Kesehatan, Lingkungan dan Agama di Aula Laboratorium Dakwah, Rabu (27/9) pagi.

III.  Hal-hal Mendasar yang Perlu Diperhatikan Dalam Penyusunan Berita

Media terkemuka sangat ketat dalam menerbitkan berita yang di setorkan wartawan di masing-masing media. Mereka pantang menerbitkan berita yang tidak bermutu tentunya, karena ini menyangkut kredibilitas media itu sendiri. Proses pembuatan berita harus melalui beberapa tahap yang cukup rumita, tidak seperti yang kita bayangkan selama ini. Setiap berita yang masuk terlebih dahulu diserahkan di Keredaksian melalui email untuk kemudian diteliti dari segi redaksi tulisan seperti penggunaan kata ganti, runtutan berita, logika kata hingga bobot berita untuk menentukan kelayakan berita tersebut. Wartawan profesional sekalipun pasti melakukan kesalahan, apalagi bagi kita yang masih dalam tahap belajar. Nah, berikut ini adalah beberapa kelalaian mendasar yang sering terabaikan seorang penulis.

a.       Penggunaan huruf kapital.

b.      Logika bahasa (Memberikan pemahaman/tidak ambigu).

c.      Kelengkapan data (Nama lengkap, jabatan/gelar, alamat, umur)

d.      Penggunaan tanda baca.

e.      Ejaan kata.

f.       Pemborosan kata.

g.      Struktur kalimat.

h.      Runtutan berita, dari yang paling penting ke tidak penting.

i.       Penggunaan kata baku.

j.       Penggunaan bahasa asing (dimiringkan/dijelaskan dengan redaksi lain).

k.      Menulis, harus singkat namun berisi.

l.       Penulisan yang harus dipisah dan disambung.

m.     Penggunaan kata sambung.

n.      Penalaran (nyambung gak antara satu paragraf dengan paragraf berikutnya).

Itulah sedikit tips yang bisa dijadikan pedoman kita dalam menulis berita Straightnews. Tentunya masih banyak lagi syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah penulisan berita. Untuk lebih detil dan lebih jelas anda bisa menggali informasi dari berbagai sumber yang lebih kompeten. Nah, bagaiamana teman-teman, sudah siap menjadi jurnalis andal ? Selamat mencoba!!

Penulis: Muh. Khabib Zamzami

Sumber: Catatan PPL salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi konsentrasi penerbitan di Koran Suara Merdeka.

Tinggalkan Balasan

Contact Us

Gulir ke Atas
%d blogger menyukai ini: