LPMMISSI.COM

Sikola Dilao, Sekolah Atas Laut Sulawesi

Foto: Lpmmissi.com/ Sabrina MF


Terik mentari dengan semilir angin menyambut kedatangan peserta GenBI Bussiness Plan Competition (GBPC) 2020 di pulau penghasil mete, Sulawesi Tenggara (Sultra). Deburan ombak yang menggerakkan tongkat bendera Merah Putih memberi tahu kami di tempat itulah Sikola Dilao berdiri. 
Sekolah yang punya keunikan lebih dibanding sekolah pada umumnya. 

Sikola Dilao berada di Desa Sama Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. 
Sesuai dengan namanya, Sikola Dilao diambil dari bahasa Bajo, mayoritas penduduk Sama Jaya, yang artinya sekolah di laut.

Sekolah unik ini merupakan sekolah binaan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sultra yang bermitra dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari sejak tahun 2017 lalu. 

Baca juga: Mahasiswa UIN Walisongo Dianjurkan Pulang ke Rumah

Keadaan yang hening dan sepi di daerah pesisir, dipecahkan oleh suara anak-anak yang sangat antusias menerima pelajaran. Disini terdapat sekitar 30 siswa mulai dari kelas 1-6 Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pelajaran yang diterima oleh siswa Sikola Dilao seperti halnya sekolah informal lainnya, yaitu seputar pelajaran Pendidikan Islam, Kewirausahaan, Bahasa Inggris, Pelakuan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan Kearifan Lokal. Mereka sangat aktif dalam bertanya ataupun menjawab pertanyaan. Tidak disangka, tahun 2019 lalu beberapa dari mereka dapat mengikuti Lomba Olimpiade untuk Sekolah Informal tingkat Nasional. 

Salah satu anggota GenBI Sultra, Agus Riyadi bangga bisa memberangkatkan siswa Sikola Dilao ke Lomba Nasional.  

“Alhamdulillah kami sudah mengikutkan mereka Olimpiade untuk Sekolah Informal tingkat Nasional,” kata Agus dengan semangat. 

Bangunan yang dipakai untuk mereka belajar sangatlah sederhana, hanya sepetak rumah yang dibangun di atas permukaan air laut. Walaupun begitu, di dalamnya terdapat banyak poster edukasi dan beberapa buku untuk menarik minat anak-anak pesisir.  

Baca juga: Cegah Pandemi Corona, Kampus Dikosongkan

Cukup sulit jika hendak mengunjungi Sikola Dilao, karena jarak pusat kota ke Sikola Dilao sangatlah jauh. Perjalanannya bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam dan melewati jalan yang cukup curam. Namun hal tersebut tidak menjadi alasan anggota GenBI Sultra dalam mengabdi. Dengan semangat dan tekad, mereka datang ke Sikola Dilao untuk belajar bersama anak-anak pesisir setiap hari Minggu. 

Agus mengaku senang bisa bertemu dan belajar dengan anak-anak pesisir. 

“Tidak hanya belajar, kami merasa punya keluarga baru disini,” tuturnya Jumat (6/3).

Adanya Sikola Dilao membawa dampak positif kepada masyarakat pesisir. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, juga mengenalkan daerah mereka ke khalayak luas. Hal tersebut terbukti dengan hadirnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) ke Sikola Dilao untuk mengapresiasi sekolah tersebut pada tahun 2018 lalu. 

Baca juga: Cegah Covid-19, UIN Walisongo Sediakan Hand Sanitizer

Begitupula dengan anggota GenBI Sultra yang juga menerima feedback baik dari masyarakat pesisir. Mulai dari pelajaran kehidupan, bertahan hidup dan berkomunikasi yang baik di daerah pesisir. 

“Setiap kami main kesana selalu disambut baik oleh masyarakat, bahkan sering dikasih makan oleh Ibu-ibu. Kami berharap Sikola Dilao akan selalu maju dengan citra yang baik,” pungkas Agus.

Sayangnya ketika kami ingin mewawancarai siswa Sikola Dilao sekolah sedang libur. Maka kami hanya bertemu dengan salah satu anggota GenBI Sultra.

Reporter : Sabrina MF
Editor : Sekarwati

Tinggalkan Balasan

Contact Us