spot_img
HomebukuSang Pendekar Hukum Baharuddin Lopa yang Dirindukan

Sang Pendekar Hukum Baharuddin Lopa yang Dirindukan

lopa
foto: doc. lpmmissi.com

Judul Buku : Lopa Yang Tak Terlupa
Genre : Biografi
Penulis : Alif we Onggang, dkk.
Tebal : 338 halaman
Tahun Terbit : November 2018
Penerbit : Imania
Resentator : Mukhlis

Indonesia seharusnya tidak melupakan seorang pendekar hukum yang pantang menyerah dalam memburu kasus-kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di masa pasca-Orde Baru. Ia adalah Baharuddin Lopa seorang penegak hukum, menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

Buku “Lopa Yang Tak Terlupa” mengisahkan pengalaman hidup Baharuddin Lopa dalam upaya penegakan hukum, serta pemikiran Lopa. Kisah-kisah tersebut bersumber dari berbagai orang disekitarnya, seperti keluarga, sahabat, dan teman dekat. Tak hanya itu, buku ini pun menilik karangan-karangan Lopa yang dimuat di media massa.

Alif we Onggang, sebagai penulis buku seolah ingin menceritakan kembali kepada generasi ini, tentang sosok penegak hukum yang berintegritas, berani, jujur, dan sederhana. Pada masa seperti saat ini, kala korupsi yang membudaya tumbuh subur, sosok Lopa dengan pedang di tangan kanan tanpa pilih kasih siap memberantas hama koruptor yang menjulang tinggi. Meski mendapat tekanan serta mutasi berkali-kali.

Melalui buku ini kita dapat mengenal lebih dekat sosok lelaki yang lahir di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 27 Agustus 1932.

Lopa menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan, sebagai muslim yang taat meski di tengah kesibukannya ia tak pernah lupa untuk menjalankan perintah Tuhan. Ia juga dikenal sebagai sosok pemberani dalam menolak segala tindakan yang ingin mencampur adukkan antara hitam dan putih. Hal tersebut karena ia memiliki watak yang keras dalam hal mempertahankan kejujuran dan keadilan.

Pada usia 23 tahun, ia mengawali kariernya sebagai jaksa muda di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi. Pada waktu yang bersamaan ia juga menempuh pendidikan di perkuliahan Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar.

Selama menjadi jaksa ia banyak menorehkan prestasi, inilah yang mengangkat dirinya menjadi Bupati Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat pada usia yang muda, 25 tahun. Lopa pun menjadi bupati termuda di Indonesia kala itu. Namun, jabatan ini tak berlangsung lama, hanya dua tahun ia kembali ke dunianya sebagai jaksa dan ditugaskan di Kejati Maluku dan Irian Barat..

Rentetan karier telah dijalani, berbagai jabatan pernah ia duduki, seperti sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di Kejati Sulawesi Tenggara, Kejati Aceh, Kejati Kalimantan Barat, dan Kejati Sulawesi Selatan.

Kariernya di bidang hukum tak berhenti di situ, ia juga diangkat Kepala Pusat Diklat (Kepusdiklat) Kejaksaan Agung, Menteri Kehakiman pada era Presiden Gus Dur dan sebagai Jaksa Agung pada 2001.

Dalam menegakkan hukum ia tak pernah kenal kompromi, contohnya saat menangani salah satu kasus terbesar yang ditangani Lopa adalah kasus korupsi Soeharto. Saat itu ia menjabat sebagai Seketaris Jenderal Komnas HAM. Soeharto sering dipanggil, tapi selalu absen dengan alasan sakit. Meski begitu, ia berhasil meringkus salah satu sahabat Soeharto, yakni Bob Hasan.

Alif menggambarkan Baharuddin Lopa dalam satu halaman berjudul “Pendekar dalam Laku dan Kata.”

Baharuddin Lopa adalah manusia langka. Ia berani membelah kekakuan-kekauan birokrasi maupun hubungan sosial yang lazim terjadi di Indonesia, terutama masa pada Orde Baru.

Dalam laku kesehariannya, baik di rumah, lingkungan, sosial, maupun lingkup tugas, Lopa membuktikan bahwa hidup bersahaja membawanya kepada kehidupan yang bermartabat, lantaran begitu kuatnya Lupa punya niat.

Lopa adalah manusia biasa yang hidup dengan cara “yang tak biasa” dijalani sejawat di kelas sosialnya.

Membaca buku ini mengingatkan kita kembali betapa pentingnya perilaku bersikap jujur dalam menjalankan kehidupan sehari-hari terlebih menjadi penegak hukum. Sangat penting untuk dikenalkan kembali ke generasi muda saat ini sosok Lopa Yang Tak Terlupa.

 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

PALING BARU

PALING POPULER