Buy now

31 C
Semarang
Kamis, Mei 30, 2024
spot_img

Parkir Semrawut, Mahasiswa Terpaksa Cosplay Tukang Parkir

foto:lpmmissi/Haqqi 

“Kampus elit parkiran sulit,” slogan ini muncul di kalangan mahasiswa UIN Walisongo, baik di obrolan sehari-hari maupun di media sosial. Slogan tersebut muncul akibat penuhnya lahan parkir motor di beberapa fakultas dan sekitar Gedung ISdB.

Pihak kampus akhirnya membuat kebijakan untuk mengalihfungsikan sepanjang jalan di “Sirkuit Mandalika” sebagai lahan parkir. “Sirkuit Mandalika” sebenarnya ialah jalan menuju ISdB melalui jalan di belakang Gedung FEBI.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka bagi mahasiswa yang mengendarai kendaraan bermotor tak diperbolehkan melewati jalan dari ISdB Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Jalan tersebut ditutup dan mahasiswa yang mengendarai kendaraan bermotor diarahkan untuk lewat dan parkir di Sirkuit Mandalika.

Baca juga: PBNU Adakan Halal Bihalal Sebagai Bentuk Tabarruk

Tutupnya akses jalan tersebut hanya diperuntukkan bagi mahasiswa. Sedangkan dosen dan pegawai masih diperbolehkan untuk melewati jalan tersebut dan parkir di lahan parkir Gedung ISdb. Hal ini terlihat sebagai bentuk kesenjangan perlakuan antara mahasiswa dan dosen. Mengingat mahasiswa telah membayarkan UKT, sehingga seharusnya mendapatkan fasilitas yang memadai.

Semrawutnya parkiran di “Sirkuit Mandalika,” memaksa mahasiswa harus cosplay menjadi tukang parkir agar bisa memarkirkan atau mengeluarkan motornya.

Tidak adanya garis parkir untuk mengatur kendaraan seperti yang ada di Gedung Rektorat, mungkin karena memang jalanan tersebut seharusnya tidak dijadikan lahan parkir. Apalagi jalanan di “Sirkuit Mandalika” berupa tanjakan.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan parkiran yang telah disediakan di depan Gedung ISdB yang terlihat lebih lenggang dari sebelumnya. Di tutupnya akses jalan menuju ISdB bagi kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebabnya.

Sementara itu, Gedung Parkiran di samping Walisongo Center kerap terlihat sepi. Tampaknya jarak parkiran sebelah Gedung Walisongo Center menuju Gedung ISdB dianggap cukup jauh bagi mahasiswa yang mayoritas ialah pemuda jompo. Jauhnya jarak membuat mahasiswa malas parkir di sana, karena dituntut untuk sedikit berolahraga sebelum masuk kelas. Walaupun hal itu bagus untuk metabolisme tubuh dan pembakaran lemak.

Dengan sekian banyak jumlah mahasiwa UIN Walisongo, maka kampus seharusnya menyiapkan fasilitas yang memadai. Semakin banyak mahasiswa semakin banyak profit yang didapatkan. Oleh sebab itu, kampus harus mulai serius memperhatikan kualitas layanan dan fasilitas untuk menunjang kegiatan perkuliahan demi terciptanya lulusan yang berkualitas pula. Fasilitas dan kualitas layanan seharusnya menjadi taruhan utama bagi para birokrat.

Penulis: Febita Gita Reziana

baca juga

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0PengikutMengikuti
3,609PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

terkini