Buy now

31 C
Semarang
Kamis, Mei 30, 2024
spot_img

Makna Puasa Bagi Hidup Manusia

lpmmissi.com/pinterest

Ramadan menjadi satu diantara sekian momen yang selalu ditunggu oleh umat Muslim. Berbagai keutamaan pada saat Ramadan menjadikan bulan ini berbeda dengan bulan-bulan yang lainnya.

Banyak sekali amalan yang dapat dilakukan seorang Muslim selama Ramadan. Akan sangat merugi apabila seorang Muslim tidak memperbanyak amalannya pada bulan ini, sebab amalan yang dilakukan selama bulan suci pahalanya dilipat gandakan.

Sudah hampir sebulan kita menjalani ibadah puasa dan sebentar lagi kita akan berpisah dengan Ramadan. Namun, apakah bulan suci ini telah membuat kita lebih dekat dengan Sang Pencipta?

Datangnya Ramadan membawa makna yang sangat besar bagi umat Islam. Namun, masih ada beberapa umat Muslim yang belum mengetahui makna dari bulan suci ini.

Beberapa dari kita melaksanakan puasa hanya karena merasa diwajibkan sehingga timbul perasaan terpaksa. Mau atau tidak, itu harus ditunaikan karena memang kewajiban.
Akibatnya puasa menjadi amalan wajib tahunan yang hampa dan kering makna. Setelah Ramadan berakhir, semua kembali menjadi seperti biasa.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa karena dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu setan-setan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan,” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Baihaqi).

Berpuasa artinya menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, seperti makan, minum dan menahan nafsu yang dimulai dari subuh hingga terbenamnya matahari. Namun, apakah puasa dapat dijadikan alasan untuk kita bermalas-malasan?

Dengan berpuasa, justru menjadi ajang untuk memperbayak ibadah dan melakukan banyak amalan kebaikan lainnya. Karena pada bulan ini amal kebaikan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.

“Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya,” (HR. Bukhari-Muslim)

Selain berpuasa, Ramadan sekaligus sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual, mental, moral dan perilaku sosial. Karena Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Bukan sekadar pembelajaran awam menahan lapar, haus, dan nafsu semata. Bukan pula sekadar menahan seluruh panca indera dari perbuatan dosa. Lebih dari itu, puasa menjadi momentum revolusi spiritual dalam mengobarkan kembali keimanan kita.

Tentang bagaimana seseorang melatih dirinya untuk taat terhadap aturan selama berpuasa. Sebuah aturan tentang perwujudan kedisiplinan dari seorang Muslim sebagai bentuk ketakwaan kepada pencipta. Selain itu, Ramadan bisa dimaknai sebagai wujud perasaan dalam mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Kurang lebih satu bulan lamanya kita berpuasa, menahan makan dan minum. Namun, apakah puasa hanya tentang perintah agama saja?

Jika dilihat dari penjelasan di atas, hikmah dari berpuasa adalah meningkatnya kadar spiritualitas. Namun, tidak hanya itu, jika dilihat dari kacamata kesehatan justru dengan berpuasa dapat memelihara tubuh kita agar lebih sehat.

Dengan berpuasa berarti kita mengistirahatkan tubuh kita untuk mencerna makanan. Karena ketika berpuasa, tubuh tidak kemasukan makanan dan minuman dalam kurun waktu tertentu. Justru dengan berpuasa badan kita akan menjadi lebih sehat.

Beberapa penelitian terbaru yang termuat di Journal of American Heart Association menemukan fakta bahwa puasa selama Ramadhan bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, berat badan, dan kadar lemak tubuh.

Puasa tidak semata hanya menahan makan dan minum serta menunaikan rukun Islam saja. Tetapi, jika kita mau melihat lebih dalam lagi makna dari puasa, begitu banyak kesadaran-kesadaran baru yang akan terbuka.

Semoga kita dapat terus menyempurnakan ibadah sebagai bentuk kebatian kita kepada pencipta, meskipun Ramadan akan berlalu. Selain itu, besar harapan untuk kita dapat mereguk keberkahan dari bulan suci ini serta bisa bertemu kembali dengan Ramadan yang berikutnya.

Penulis : Sukma Putri Rahayu

baca juga

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0PengikutMengikuti
3,609PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

terkini