spot_img
HomeArtikelLelah Mental Saat Perkuliahan? Hati-hati Burnout Syndrome

Lelah Mental Saat Perkuliahan? Hati-hati Burnout Syndrome

LPMMISSI.COM/pixabay/lukasbieri

Stres, takut, cemas, dan putus asa dapat menjadi indikasi bahwa seseorang sedang mengalami kelelahan secara mental. Kelelahan mental bisa dipicu oleh aktivitas yang dilakukan secara monoton setiap hari, seperti kuliah, mengerjakan tugas, dan pekerjaan lainnya. Dalam hal ini, tak jarang kelelahan mental sering dialami oleh anak muda, terlebih mahasiswa.

Jika kalian sedang merasakannya, bisa jadi kalian sedang mengalami burnout syndrome. Burnout tidak bisa dianggap remeh. Sebab tidak hanya membuat tingkat produktifitas menurun, burnout juga dapat mengganggu kesehatan mental.

Jadi, apa itu burnout?

Burnout adalah istilah dalam psikologi yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres yang disebabkan oleh aktivitas sehari-hari. Munculnya burnout dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya jarang mendapatkan apresiasi dari orang-orang di lingkungan sekitar, lelah karena beban belajar yang terlalu berat, dan adanya perasaan tidak berkompeten sebagai mahasiswa.

Lalu apa bedanya burnout dengan stres? Terkadang, orang yang mengalami stres masih bisa mengendalikan apa yang sedang dialami. Sedangkan burnout, orang akan merasa kosong, kelelahan mental, hilang motivasi, dan apatis pada lingkungan sekitar.

Jika dibiarkan, burnout dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan mental. Untuk itu, kenali ciri-ciri burnout agar kita dapat mengatasinya dengan tepat.

Berikut ciri-ciri orang yang mengalami burnout.

1.Kehilangan semangat dan minat menjalani kuliah
Ketika semangat dan minat menjalani perkuliahan mulai menghilang sedangkan kalian diharuskan untuk tetap menjalaninya, maka kalian akan merasa aktivitas yang kalian lakukan dalam perkuliahan sangat menguras tenaga dan membuat kalian mudah lelah.

2.Malas menjalani aktivitas perkuliahan
Kalian yang biasanya bersemangat menjalani perkuliahan, tetapi sekarang merasa malas menjalaninya, bahkan baru memikirkannya saja sudah merasa lelah. Nah, hal ini biasanya terjadi karena kalian sedang mengalami stres dan frustasi yang disebabkan karena tugas yang terlalu menumpuk atau hal lainnya. Kondisi ini membuat kalian sulit berkonsentrasi dan merasa terbebani dengan aktivitas yang dijalani.

3.Menurunnya performa diri
Sebelumnya, mungkin kalian bisa menyelesaikan pekerjaan atau tugas dengan cepat, tetapi karena burnout yang sedang dialami, performa diri kalian pun ikut menurun. Hal ini mengakibatkan tugas-tugas tidak terurus dengan baik.

4.Menjadi pribadi yang mudah marah
Setiap orang pasti memiliki ekspektasi terhadap apa yang sedang dijalani. Ketika apa yang sedang digeluti tidak berjalan sesuai ekspektasi, maka kalian akan merasa lebih sensitif dan semuanya terlihat serba salah.

5.Menarik diri dari lingkungan sosial
Perilaku ini dipicu oleh stres akibat aktivitas perkuliahan yang padat atau tugas yang menumpuk. Kalian cenderung tidak peduli dengan orang di sekitar sehingga malas untuk bersosialisasi dengan mereka.

6.Mudah sakit
Burnout yang dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh yang menjadikan tubuh mudah terserang penyakit fisik, seperti flu atau demam dan penyakit psikis, seperti depresi.

Perlu diketahui bahwa ciri-ciri burnout yang dialami tiap orang bisa berbeda-beda. Bisa jadi, kalian hanya mengalami beberapa ciri-ciri burnout , sedangkan orang lain mengalami semua ciri-cirinya.

LPMMISSI.COM//pixabay/counselling

Namun tenang, agar burnout tidak berkepanjangan, kalian bisa mengatasi dengan sejumlah tips berikut:

1.Buat daftar skala prioritas yang harus dikerjakan
Dengan membuat skala prioritas, kalian bisa tahu aktivitas atau tugas apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Dengan hal ini, energi dan pikiran kalian tidak banyak terkuras.

2.Bercerita kepada orang yang tepat
Tidak ada salahnya untuk menceritakan permasalahanmu kepada orang yang bisa kalian percaya, seperti sahabat, orang tua, atau pasangan. Jangan sampai bercerita kepada orang yang salah, karena dapat menambah beban pikiran kalian.

3.Kurangi ekspektasi
Ekspektasi yang berlebihan dapat membebani kalian. Apalagi ketika hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan. Maka, dengan mengurangi ekspektasi dan mencoba untuk realistis pada keadaan adalah salah satu cara untuk mengatasi burnout .

4.Menjaga keseimbangan hidup
Kalian tidak harus memaksakan diri untuk terus produktif setiap saat. Sesekali kalian juga perlu meluangkan waktu untuk bersantai dengan hangout bareng teman, menjalani hobi, atau meditasi. Tujuannya adalah untuk menjernihkan pikiran, sehingga kalian bisa bersemangat dan termotivasi lagi untuk menjalani perkuliahan di esok hari.

5.Ubah gaya hidup
Gaya hidup yang kurang baik juga menjadi salah satu faktor pemicu burnout. Misalnya, orang yang kurang tidur biasanya mengalami penurunan daya tahan tubuh, sulit berkonsentrasi dan lebih mudah marah. Untuk itu, mulai sekarang terapkan gaya hidup sehat dengan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga. Dengan gaya hidup sehat, pikiran menjadi lebih fokus dan kalian pun tidak mudah mengalami burnout.

Nah, itulah beberapa ciri dan cara menangani burnout yang bisa kalian pahami. Namun perlu diingat, jika burnout yang dialami tidak dapat dikendalikan, maka bisa lebih dipertimbangkan untuk mencari bantuan melalui tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater agar mendapatkan solusi yang terbaik.
Semoga bermanfaat.

Penulis: Indah Wulansari

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

PALING BARU

PALING POPULER