LPMMISSI.COM

Gelar Forum Rahim Bangsa, Guru Besar UIN Walisongo Saling Curah Pendapat Soal Kebangsaan

SEMARANG-LPMMISSI.COM. Guru-guru besar UIN dipertemukan dalam Forum Rahim Bangsa Meski Berbeda, Kita Saudara dengan tema “Meneguhkan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderasi” di Audit 1 Lt 2 UIN Walisongo, Selasa (28/2).

Forum yang dihadiri sekitar 15 Guru Besar UIN Walisongo itu merupakan forum curah pendapat dalam konteks menjaga kesatuan bangsa di tengah keragaman bangsa Indonesia. Forum dibentuk di antaranya dalam rangka menyikapi banyaknya pemahaman Islam di Indonesia yang dianggap tidak bisa ditolerir dalam hal pemaknaan dan pandangan.

“ Bhineka tunggal ika sering didengungkan, tapi selama ini yang ditekankan kesatuannya, bukan keragamannya. Padahal secara logika, orang tidak mungkin bersatu jika tidak saling memahami,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Suparman.

Pada kesempatan tersebut, guru besar Filsafat Islam UIN Walisongo Prof Yusuf Suyono berharap konsep dan ide yang disampaikan dalam forum dapat menjadi gerakan atau tidak hanya berhenti pada wacana. Misalnya direalisasikan dengan membuat forum yang mempertemukan kelompok agama yang radikal dan liberal untuk berdiskusi.

“ Jika bisa terwujud, itu hal yang luar biasa. Jika belum, nantinya diskusi ini hanya sebatas wacana,” katanya.

Sebab menurut Yusuf, konflik yang mengatasnamakan agama terjadi antara kelompok agama yang radikalis dan liberalis. Keduanya perlu ditanamkan pemahaman tentang Unity of Sciences.

Forum ditutup dengan penandatangan petisi “Jadikan Perguruan Tinggi sebagai Pusat Pembelajaran Kebangsaan” oleh Rektor UIN Walisongo Muhibbin. Petisi itu akan ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Menteri Agama RI, dan rektor perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Muhibbin berpesan, Forum Rahim Bangsa yang bersifat internal itu sebagai awal dari forum-forum kebangsaan selanjutnya yang rencananya akan diikuti tidak hanya sesama muslim. Akan tetapi sebelum itu, masih banyak keragaman konsepsi yang perlu didiskusikan lebih lanjut tentang cara menghadapi dan memperkuat jati diri sebagai seorang muslim yang moderat. (Korie Khoriah)

Tinggalkan Balasan

Contact Us