Dialog Sastra, Arahkan Bahasa Masa Kini



LPMMISSI.COM – Peluncuran majalah Soeket Teki Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat diisi  dengan dialog sastra bertema Apa Kabar Kesusastraan Indonesia bersama Ahmad Tohari dan Triyanto Triwikromo. Dalam acara tersebut mereka membahas perkembangan kemajuan sastra Indonesia. 


Triyanto mengatakan bahwa sehubungan dengan sastra saat ini, bahasa adalah salah satu alat yang sangat penting  dan untuk perkembangannya sastra harus menggunakan bahasa masa kini.

Baca Juga: Ta’aruf MISSI Sebagai Upaya Pengenalan Jurnalistik

“Puisi yang dibawakan oleh Chairil Anwar akan diperbaharui oleh Sapardi, begitu pula Gunawan yang memiliki bahasa yang kreatif dan lebih intelek,” ucap Triyanto selaku Tokoh Seni pilihan Tempo 2015 saat mengisi materi di Auditorium I Lantai I UIN Walisongo Semarang, Kamis (6/12).  


Ia menambahkan bahwa kita akan berpikir menggunakan logika mengenai kata-kata yang berbelit. Sehingga bahasa sastra yang dipakai saat ini adalah bahasa masa kini yang enak dibaca, dengan tidak melupakan kaidah-kaidah Bahasa Indonesia.


Baca Juga: HMJ Falak Gelar Seminar Ngaji Sastra

Pada akhir dialog Ahmad Tohari menambahkan, ia berpesan agar kita  selalu bersastra demi kepribadian bangsa, karena bangsa yang tidak bersastra itu berbahaya. 

“Jika rasional berarti masayarakat tidak perkasa, tidak sensitif. Maka, mari kita bersastra untuk mengembalikan kepribadian Indonesia sebagai penerima amanat”, pungkasnya.

Reporter: Sabrina Mutiara F.
Editor : Isbalna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us