DEMA-FDK Terbitkan Etika Mengirim Pesan Kepada Dosen

SEMARANG, lpmmissi.com – Berawal dari keluhan beberapa dosen perihal masih terdapatnya kekurangan saat berkomunikasi dengan mahasiswa, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA-FDK) menerbitkan bannertentang Etika Mengirim Pesan Kepada Dosen.

“Masih ada mahasiswa yang jika mengirim pesan tidak menyebutkan nama, tanpa salam, dan banyak singkatan yang sulit dipahami,” kata Ketua DEMA-FDK Muhammad Baihaqi, Rabu (7/12).

Terdapat tujuh poin etika diantaranya, memperhatikan waktu pengiriman, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, memulai dengan bahasa sapaan, menyertakan identitas pengirim, menuliskan keperluan dengan jelas dan singkat, mengucapkan maaf untuk menunjukkan kerendahan hati, dan mengakhiri pesan dengan ucapan terima kasih. Ketujuh poin etika itu berlaku bukan saja untuk pesan yang dikirim via short message (sms), melainkan juga blackberry messenger(bbm), whatsapp, email, dan media lainnya.

Banner sudah kami publish sejak Senin. Sebenarnya kami cetak lima buah banner, tapi sebagai tahap awal baru dipasang satu. Kami ingin lihat respon dari beberapa pihak terlebih dahulu,” imbuhnya.

Sebelum menerbitkan, DEMA-FDK berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak dekanat diantaranya Wakil Dekan Bidang  Akademik dan Kelembagaan serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama untuk bersama membuat sekaligus mengkaji redaksi dan mendapat sambutan positif.

Baihaqi berharap dengan diterbitkannya aturan tersebut, mahasiswa UIN Walisongo khususnya di lingkungan FDK dapat memahami dan mengimplementasikan poin demi poin etika mengirim pesan kepada dosen dalam aktivitas perkuliahan. (Korie Khoriah)

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: