LPMMISSI.COM

Awas! Tukang Foto Gadungan Saat Perayaan Wisuda

lpmmissi.com/ Doc

Momen wisuda menjadi sesuatu yang berharga untuk diabadikan melalui sebuah foto. Pada kesempatan ini juga, biasanya dimanfaatkan oleh para tukang foto untuk membuka lapak di sekitar Auditorium 2 Kampus III. Tetapi dalam penulusuran Kru MISSI, terdapat praktik tidak jujur yang dilakukan oleh oknum tukang foto tersebut.

Fitri, salah satu wisudawan periode 73 dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, mengaku saat wisuda membayar Rp100.000 untuk foto dua kali jepretan di lapak tukang foto yang ada di sekitar auditorium. Dia meminta untuk mengambil foto cetaknya saat sore, namun saat ditunggu, tukang foto tidak kunjung datang.

Jadilah foto momen wisuda bersama orang tua, yang sudah dia bayar dengan bukti nota tidak dia terima. “Untungnya waktu foto saya minta tolong untuk mengambil gambar dari handphone saya juga, setidaknya masih punya kenang-kenangan foto,” ujarnya.

Baca juga: Empat Tips Bertahan Hidup bagi Mantan Mahasiswa Setelah di Wisuda

Kru MISSI menemukan fakta lain terkait tukang foto ‘gadungan’ dari salah satu anggota Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Walisongo, Ismi Ulil Chasanah mengatakan ada beberapa wisudawan yang datang ke Kopma untuk mengambil foto wisuda.

Menurut pengakuannya, Kopma tidak melakukan kerjasama dengan tukang foto manapun. “Pertama kali ada yang datang, katanya disuruh tukang foto untuk ambil foto di Kopma. Saya kira salah alamat, kemudian datang lagi dua orang yang lain. Nah ternyata mereka menggunakan nama Kopma, padahal kami tidak bekerjasama dengan pihak manapun terkait foto wisuda,” terangnya.

Baca juga: Gara-Gara Wisuda, Sejumlah Mahasiswa Telat Masuk Kelas

Terkait munculnya tukang foto gadungan saat momen wisuda, Kru MISSI mengonfirmasi Pusat Pengembangan Bisnis (PPB) UIN Walisongo terkait hal tersebut. Koordinator Bidang Usaha PPB, Yayan M. Royani mengatakan, stand foto yang berada di luar auditorium semuanya ditangani oleh satu pihak yang bertanggung jawab, yakni si pemenang lelang.

“Regulasi stand foto pada acara wisuda, dilakukan melalui lelang untuk menentukan perusahaan foto mana yang harus bertanggung jawab atas keamanan dari tukang foto ilegal, dan jaminan foto bagi mahasiswa,” katanya ketika ditemui di ruangannya, Senin (26/8).
 

Menurut pengakuan Yayan, ada tiga perusahaan foto yang mengikuti lelang, yakni Perusahaan Foto Tugu Muda, Beringin Foto, dan Borobudur Foto. Dua periode wisuda terakhir, lelang dimenangkan oleh pihak dari Borobudur Foto.
 

Baca juga: Top 5 News: Wisudawan Terbaik FDK Hingga Antrean panjang Tes TOEFL
 
Terkait kasus penipuan foto wisuda, Yayan mengimbau agar para mahasiswa lebih cermat dalam memilih stand foto. “Mahasiswa harus jeli dalam memilih tukang foto. Pilihlah tukang foto yang resmi saja, ditandai dengan adanya tenda, dan kartu pengenal dari kampus,” jelasnya.

Dia juga mengimbau bagi siapa saja yang merasa ditipu atau dirugikan oleh tukang foto, untuk segera melaporkan ke PPB.

“Untuk para korban penipuan, jangan ragu-ragu menghubungi pihak kami, agar kami bisa memastikan ke si pemenang lelang untuk bertanggung jawab terhadap keamanannya, dan ke depannya menjadi bahan evaluasi bagi kami,” katanya.

Reporter: Sabrina Mutiara & Mela Fauziah
Penulis: Mela Fauziah
Editor: Aditia Ardian

Tinggalkan Balasan

Contact Us

Gulir ke Atas
%d blogger menyukai ini: