Tuhan Jangan Lari

foto:lpmmissi.com/www.infoyunik.com
“Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (QS. Ibrahim : 7).

Assalammualaikum Sahabat.

Sahabat, pernahkah kita merasa lupa akan segala nikmatNya ? merasa doa kita tidak sesegera dikabulkan oleh-Nya ? atau, mungkin bahkan kita pernah merasa, jauh dari-Nya ?. Iya ? Lantas apa yang kita lakukan saat itu terjadi ?. Ketahuilah sahabat, ketika kita lupa, ketika kita protes akan doa kita yang tan kunjung dikabulkan, dan ketika kita merasa jauh dari-Nya, tiada hal lain yang dapat kita segera lakukan kecuali dengan mengucap istighfar “Astaghfirllahhal’adzim”. Sekilas mungkin sepele namun, itulah yang memang seharusnya kita lakukan. Anglangkah lebih baik pula kita segera mengambil air wudhu dan menemuiNya. Untuk meminta ampun, mengucap syukur, dan mencurahkan segala keluh kesah hati kepadaNya. “Innallahha sami’un alim” yaitu, Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Allah tidak akan lari ketika kita ingin menemui-Nya, Allah juga tidak akan pergi ketika kita ingin curhat kepada-Nya. Justru Allah sangat berkenan, kita sering menemuiNya, sering curhat kepadaNya. Karena sebaik-baiknya kita bercerita , berkeluh kesah, dan meminta segala sesuatu hanyalah kepadaNya. Satu yang terpenting adalah berusahalah untuk tidak ingkar atas segala nikmatNya.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Al-Baqarah : 145)

Sahabat,

Ketika kita telah memutuskan suatu pilihan dalam hidup (berdasarkan keinginan manusia) namun, ternyata apa yang kita pilih tidak sesuai dengan yang telah dipilihkan-Nya. Misalnya, kita menginginkan yang X namun, Allah SWT memilihkan kita yang Y. Kita ingin mendekati A namun , ternyata Allah SWT berkenan mendekatkan kita pada B. Lewat berbagai macam jalan dariNya, dan lewat berbagai cara yang Ia kehendaki. Bukankah pada hakikatnya kita memang tidak pernah tahu atas apa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana takdir kita tertulis di Lauhul Mahfudz. Lantas sadarkah bahwa kita sering protes akan apa-apa yang dikehendaki-Nya?. Padahal kita tidak tahu bahwa itulah yang terbaik untuk kita, itulah jalan, dan itulah cara yang harus kita jalani. Sebaik-baik pilihan adalah pilihan Allah, sebaik-baik rencana adalah rencana Allah, dan sebaik-baik jalan adalah jalan menuju ridho Allah SWT.

Sahabat,

Allah Maha menggegam doa-doa kita, dan melepaskan doa itu tepat pada waktunya. Ya, Allah Maha Mengabulkan doa hambaNya. Seakan tidak memperdulikan atas banyaknya dosa yang menyelimuti hamba-Nya. Harusnya kita terharu, bahkan kita harus malu !. Kemana saat Allah memanggil kita ?. Allah berharap kita akan segera menemuinya hanya lima kali dalam sehari. Kesibukan urusan duniawi seakan terus mencegah kita untuk sesegera mungkin menemui-Nya saat Ia memanggil, saat Ia ingin bertemu. Padahal Allah seakan lari mengejar kita (lewat waktuNya) dengan harapan kita juga segera lari untuk menemui-Nya (lewat panggilan-Nya). Terkadang, kita telat sekian menit bahkan telat sekian jam menemuiNya. Kemudian ketika kita telah menemui-Nya, kita malah terburu-buru untuk segera lari (pergi) dari-Nya. Sempatkah kita berpikir, seberapa marahnya Ia?. Sekalipun Allah tidak memiliki sifat marah. Tidakkah kita takut ibarat Tuhan seakan lari menjauh dari kita?.

Ibaratnya, ketika kita memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang, dan seseorang tersebut telat menemui kita lebih dari satu jam. Kemudian, ketika ia telah datang pada kita, ia hanya berkata sebentar kemudian lari meninggalkan kita. Bagaimanakah perasaan kita padanya? Seberapa jengkelkah kita?. Ketahuilah sahabat, Allah tidak pernah jengkel , tidak pernah dendam pada kita. Sekalipun kita sering telat menemui-Nya. Buktinya? Allah tetap mengabulkan doa-doa kita. Karena sungguh “Innallahha ghofurrur rahim” yaitu Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya, Allah senantiasa mengampuni dosa kita, senantiasa menyayangi kita.

Sahabat,.

Setelah menyadari segala hal tersebut, alangkah indah kita terus berusaha menjadi hamba-Nya yang senantiasa, bersyukur (tidak protes akan segala apa yang dipilihkanNya, yakinlah bahwa itu terbaik menurutNya untuk kita), senantiasa mendekat akan hal-hal yang di perintahkan-Nya, serta menjauhi yang dilarang-Nya. Ketika kita ingin melakukan hal yang baik di depan orang-orang. Jangan pernah takut apabila dinilai (Sok alim, sok baik, sok suci) karena pada hakitanya, kita memang harus berusaha untuk menjadi pribadi (manusia) yang alim, kita juga dianjurkan untuk menjadi sosok yang jauh lebih baik, dan kita memang harus terus berusaha menjadi insan yang senantiasa menjaga kesucian diri (dalam dan luar).

Terimakasih sahabat,.
Semoga kita senantiasa saling mengingatkan akan “Ammar ma’ruf Nahi munkar”, semoga kita termasuk hambaNya yang beruntung Fiddunyya wal akhirah, dan senantiasa mendapat Rahmat, Taufiq, Hidayah,dan InayahNya. Amin istajib ya Rabb.

Wassalammualaikum warrahmatullahhi wabarokahatuh.

By : NUR HIKMATUS SOBAH
(nurhikmatussobah1@gmail.com)

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: