LPMMISSI.COM

Tim KKN UIN Walisongo Sulap Daun Jambu Air Menjadi Teh

DEMAK, LPMMISSI.COM-Tim KKN UIN WALISONGO ke-71 posko 17 di desa Lempuyang Kecamatan Wonosalam berhasil menyulap daun  jambu air menjadi minuman teh yang berkhasiat sangat luar biasa dan bernilai ekonomi tinggi, dalam pameran Ekspo hasil kinerja dan peresmian program unggulan pronankis di desa Mlaten kecamatan Mijen Demak oleh Bupati Demak didampingi Rektor UIN Walisongo, Selasa (13/11).

Dalam kunjungan kerja tersebut, hasil kinerja karya mahasiswa KKN UIN Walisongo dipamerkan dan di kunjungi langsung oleh Bupati dan Rektor UIN Walisongo, salah satunya di stand Ekspo teh Lempuyang yang terbuat dari daun jambu air dan di coba langsung oleh Bupati dan Rektor UIN Walisongo.

Menurut Bupati Demak M. Natsir “ Ini sangat inovatif  bisa dijadikan ekonomi kreatif karena di Demak jambu hanya di manfaatkan buahnya saja, ini sangat luar biasa daun jambu bisa dijadikan teh dan rasanya enak dan juga menyehatkan” 

“Nanti teh ini bisa dijadikan BUMdes dan akan dibantu pemasarannya oleh dinas terkait,” katanya.

sedangkan menurut Rektor UIN Walisongo Semarang, Muhibbin “Kampus akan memberikan apresiasi untuk produk karya murni mahasiswa tim KKN UIN Walisongo ini dan akan terus dikembangkan kedepannya, rencananya teh yang sudah menjadi produk jadi ini di jual dengan harga 10rb per pack yang berisi 15 teh celup kemasan 200gram.”

Keistimewaan teh dari jambu air ini setelah melewati uji laboratorium dan khasiatnya sangat bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya mencegah diabetes (tanin 8,5 %), mencegah penyakit gula (tanin 8,5 %), penangkal  radikal bebas (antioksidan 75,08 %),  mencegah pertumbuhan sel kanker payudara (antioksidan 75,08 %), merilekskan tubuh (antioksidan (fenol)  75,08 %), menurunkan kolestrol (resin 3,15 %), mengobati penyakit magh (minyak atsiri 0.365 %).

Sayangnya kesuksesan pembuatan teh ini tidak seluruhnya didukung oleh pihak kampus, karena pada saat pengujian lab tim KKN UIN Walisongo tidak dibantu oleh pihak kampus dengan alasan pihak kampus tidak mempunyai larutan aseton untuk di gunakan menguji kandungan daun jambu, padahal di kampus sendiri ada Laboratorium Gizi dan Biologi, dengan terpaksa harus menguji lab di salah satu kampus swasta di Semarang.

Ide awal pembuatan teh daun jambu air ini, berasal dari salah satu tim anggota KKN yang bernama Alvin, ia pernah membuat teh dari daun kopi di desanya di Weleri Kendal. Setelah berdiskusi dengan Lurah desa Lempuyang Ulil Albab, untuk memanfaatkan daun jambu menjadi teh.

proses pembuatanya tak jauh berbeda dengan pembuatan teh pada umumnya, yang membedakan adalah sistem pembuatannya masih tradisional. Daun jambu air yang hampir tua di petik, kemudian di cuci dan dibilas dengan air hangat untuk menghilangkan sisa-sisa pestisida yang menempel, kemudian di cacah kecil kecil dan jemur di bawah terik matahari langsung hingga kering, kemudian di sangrai di atas wajan tanah liat untuk mengeluarkan aroma daun jambu dan berubah warnanya menjadi kecoklatan, dan di remas kecil-kecil kemudian di masukkan kantong tea bag ukuran 200gram hingga masuk pacakaging kemasan produk sudah jadi dan siap dipasarkan.

Uniknya seluruh proses pembuatan produk Teh Lempuyang ini Tim KKN posko 17 UIN Walisongo dikerjakan sendiri, mulai dari memetik daun jambu, mengolahnya, mendesain kemasan, sampai menjadi produk siap dipasarkan.

Penulis: Naela Mala Hima Ulya
Editor: Aini Irmadana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us

Gulir ke Atas