Tiga Carek Rencanakan Pengembangan Sarana Prasana

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Diskusi Publik bertema Quo Vadis UIN Walisongo Menuju Universitas Riset Terdepan Berbasis Unity Of Sciences telah terselenggarakan. 

Tiga Calon Rektor (Carek) UIN Walisongo rencanakan pengembangan sarana dan prasarana. Mulai dari Hotel, Fakultas Kedokteran, hingga Museum, Senin (29/04).

Salah satu Carek Muhibbin menyampaikan, UIN Walisongo sudah dalam jalan yang benar, untuk meningkatkan kualitasnya, maka butuh merevitalisasi penghasilan di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Baca juga:Desakan Mahasiswa, LP2M Selenggarakan Diskusi Publik Bersama Carek

“UKT sebagai sumber utama, tetapi kita akan upayakan penyewaan seperti pembangunan hotel di kampus satu,” ungkapnya di Auditorium I kampus I. 

Selain pembangunan hotel di kampus I, Muhibbin juga menambahkan bahwa UIN perlu menyiapkan lahan untuk Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit.

“Untuk menyukseskan program pengembangan infrastruktur, kita membutuhkan lahan untuk membangun gedung Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit,” tambahnya. 

Selain Muhibbin, sebagai Carek, Ahmad Rofiq juga menyampaikan,  pengembangan sarana dan prasarana bisa dengan menjadikan kampus I sebagai unit bisnis dan syiar walisongo.

Baca juga:Proses Pemilihan Rektor UIN Walisongo, Tuai Protes dari Mahasiswa

“Pengembangan sarana dan prasarana dengan menjadikan kampus I sebagai unit bisnis dan syiar walisongo. Seperti membuat Museum Walisongo dan wisma dijadikan hotel dengan konsep syariah,” ungkapnya. 

Sejalan dengan Muhibbin dan Ahmad Rofiq, Fatah Syukur juga mengatakan, dengan usia 49 tahun, citra UIN Walisongo Semarang perlu dilakukan.

“Kita perlu adanya Museum Walisongo, agar ada pusat kajian Walisongo. Kita naif menggunakan nama Walisongo tetapi pusat Walisongonya tidak ada,” jelasnya. 

Reporter: Khoirun Nisa’
Editor: Isbalna

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: