Sosok Soegiarin, Penyebar Pertama Berita Kemerdekaan Indonesia ke Penjuru Dunia

Foto: Lpmmissi.com/FitrohNurikhsan

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Sosok Soegiarin mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun siapa sangka, Soegiarin yang berprofesi sebagai jurnalis ini, sangat berjasa dalam menyebarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke penjuru dunia. 

Siang itu, kru lpmmissi berkesempatan mewawancarai adik kandung dari Soegiarin yang bernama Soegiarno (91) pada Selasa, (10/11). Pertemuan itu, berlangsung di kediaman Soegiarno tepatnya di depan Makam Ereveld Kalibanteng.

Meski tak lagi muda, ingatan Soegiarno mantan tentara pelajar itu, masih sangat tajam mengenang perjuangan sang kakak Soegiarin. Dia menilai, sosok kakaknya merupakan seorang yang pemberani.

Baca juga: Dome Pinus, Angkringan dengan Konsep Kemping di Hutan

Soegiarno menjelaskan, kakaknya yang lahir di Grobogan, Jawa Tengah dan dikenal sebagai seorang jurnalis markonis atau penyiar berita morse. 

“Soegiarin itu, dulu juga sekolah di pelayaran Belanda, zaman dulu tidak mudah bisa masuk ke sekolah tersebut,” kata Soegiarno saat diwawancarai oleh lpmmissi.com, Selasa (10/11).

Lelaki yang mengenakan kemeja merah ini bercerita, mengenai asal usul pengalaman ilmu jurnalistik yang didapatkan oleh kakaknya pada saat bekerja di media cetak berbahasa Belanda di Surabaya. 

“Setelah lulus sekolah pelayaran, kakak saya itu bekerja di surat kabar Belanda di Surabaya,  lalu pindah ke Jakarta,” ucapnya. 

Soegiarno terlihat bersemangat saat menceritakan sosok Soegiarin, bahkan dirinya mengaku, walaupun sudah berumur 91 tahun tetapi semangatnya masih 19 tahun.

Baca juga: Mahasiswa Dituntut Pandai Manfaatkan Momentum

Dia melanjutkan, bahwa kakaknya di Jakarta bekerja sebagai jurnalis Berita Domei di bawah pimpinan Adam Malik. Soegiarin pun memiliki jasa besar atas Kemerdekaan Indonesia melalui mesin komunikasi sandi morse yang dia siarkan. 

“Kalau sekarang namanya berita Antara, dulu itu kantor Domei hanya menyiarkan berita-berita Jepang saja,” ujarnya. 

Soegiarno mencoba berfikir kembali mengingat peristiwa besar yang terjadi tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 saat  Kru lpmmissi mengajukan pertanyaan. 

Baca juga: Dialog Dengan Stafsus Milenial, Dema PTKIN Soroti Dua Permasalahan UU Cipta Kerja

Meski demikian, dia menjawab dengan tegas dan menjelaskan bahwa saat itu sosok Soegiarin diminta Adam Malik untuk tidak pergi kemana-mana. Hal itu karena Adam Malik meminta Soegiarin untuk memberitakan sesuatu yang penting yakni menyiarkan teks proklamasi kemerdekaan dengan konsekuensi bertaruh nyawa.

“Soegiarin sangat berani dan mengatakan bahwa dirinya siap berhadapan dengan pasukan Jepang,” kata Soegiarno dengan menirukan gaya percakapan kakaknya. 

Soegiarin, lanjut Soegiarno, memenuhi permintaan Adam Malik untuk menyiarkan berita tentang Proklamasi Indonesia tepat pukul 10.00 WIB.

“Tidak gampang masuk kantor Domei, karena dijaga ketat Kempetai (Polisi Militer Jepang).  Tapi Soegiarin bisa masuk ke kamar sender,  memanasi (mesin pengirim) lalu berita proklamasi itu disiarkan dengan morse,” ucapnya dengan bangga.

Padahal dalam waktu yang bersama, Jepang juga berupaya menutup akses komunikasi agar pemberitaan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki tidak tersebar.  Tapi kantor berita Domei berhasil memberitakan termasuk soal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Baca juga: Dimas Sapundani Sulap Tempat Wisata Camping Jadi Angkringan di Atas Awan

“Yang menerima siaran berita Indonesia sudah merdeka itu sampai ke negara Amerika, Inggris, Jepang, hingga Palestina. Namun atas keberanian sang kakak, Soegiarin sempat ditahan semalam oleh Jepang,” ujarnya.

Soegiarno merasa bangga dengan kakaknya, karena begitu tulus dalam berjuang membela bangsa Indonesia. Bahkan, kakaknya tidak sedikitpun mengharapkan gelar pahlawan disematkan kepadanya. 

“Tidak mau dia,  katanya emang buat apa, Alhamdulillah kakak saya sudah ke akhirat dengan nyaman,” tutupnya.

Soegiarin wafat di Jakarta pada 2 November 1987 dan jasadnya dimakamkan di Pemakaman Bergota Semarang.

Oleh: Fitroh Nurikhsan

Editor : NabiLa Nikmatul Laeli

One thought on “Sosok Soegiarin, Penyebar Pertama Berita Kemerdekaan Indonesia ke Penjuru Dunia

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: