LPMMISSI.COM

Pentingnya Pengetahuan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja

Oleh: Firida Sania Nur Azmi
Usia remaja dikenal sebagai masa yang rentan akan masalah. Salah satu masalah yang cukup serius dan perlu mendapat perhatian yakni tentang kesehatan reproduksi. Data menunjukkan kurang lebih 37% dari jumlah penduduk di Indonesia berusia remaja yang memiliki kesempatan dan resiko terhadap kesehatan reproduksinya. Ada tiga tipe remaja berdasarkan usia, di antaranya masa remaja awal dari usia 10-14 tahun, masa remaja tengah dari usia 15-17 tahun, dan masa remaja akhir dari  usia 18-24 tahun. 
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan terutama di bidang teknologi informasi, permasalahan remaja yang terkait dengan kesehatan reproduksi semakin kompleks. Hubungan seks pra-nikah, aborsi, Penyakit Menular Seksual (PMS), HIV/AIDS, dan narkoba.  Hal ini tentu akan mempengaruhi kesehatan reproduksi para remaja yang pada gilirannya akan berdampak terhadap kualitas generasi di masa mendatang.

Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin atau hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja yang serius, karena timbulnya dorongan motivasi seksual menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi, seperti kehamilan di usia remaja, dengan segala konsekuensinya.

Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja di atas memerlukan suatu upaya pengembangan program pendidikan kesehatan reproduksi yang dapat mencakup penyediaan pelayanan klinis, pemberian informasi akurat, mempertimbangkan kemampuan dan sisi kehidupan remaja, menjamin program yang cocok atau relevan dengan remaja serta utamanya mendapat dukungan masyarakat. Sehingga permasalahan-permasalahan kesehatan reproduksi remaja tersebut bisa diminimalisir.

Tinggalkan Balasan

Contact Us

Gulir ke Atas
%d blogger menyukai ini: