Pancasila sebagai Titik Temu Perdamaian (Seminar Bela Negara FDK)

SEMARANG – lpmmissi.com. Masyarakat Indonesia bisa mempertahankan karakteristik bangsa melalui Pancasila, sebab lima sila yang menjadi dasar negara itu merupakan titik temu dari semua perbedaan dan keragaman yang ada di Indonesia. Hal itu dipaparkan Fadlolan Musyafa’ dalam seminar Bela Negara di gedung Laboratorium Dakwah (Labda) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo, Senin (29/8).

“ Karena negara Indonesia punya Pancasila, maka bela negara sifatnya fardlu kifayah. Dengan pancasila kita bisa hidup secara berdampingan di tengah perbedaan,” terang Fadlolan.

Di tataran perguruan tinggi, tambah Fadlolan, agen bela negara dapat diperankan oleh mahasiswa. Melalui filter budaya dan keilmuan dari luar Indonesia,  mahasiswa dapat mempertahankan perdamaian dan karakteristik Indonesia sehingga tidak terdistorsi oleh budaya asing.

Fadlolan menuturkan, bela negara bisa dilakukan dengan beragam cara, artinya tidak selalu berhubungan dengan aktivitas militer. Tugas mahasiswa sebagai agen, yakni berjuang di lingkup akademisi dan organisasi kemahasiswaan, misalnya berperan aktif mengampanyekan anti radikal di lingkungan pendidikan.

Mayor TNI Jawa Tengah Mustaghfirin, selaku narasumber menerangkan, pada dasarnya Indonesia adalah Pancasila. Dia juga menambahkan, menemukan titik temu sebuah perdamaian di Indonesia dengan memulainya mulai dari keluarga dan teman-teman terdekat. M Dafi Yusuf

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: