spot_img
HomeresensiMendiskusikan Perilaku Antropomorfisme dalam Film Keluarga Cemara 2

Mendiskusikan Perilaku Antropomorfisme dalam Film Keluarga Cemara 2

Dok. YouTube Visinema Pictures

 

Judul: Keluarga Cemara 2
Sutradara: Ismail Basbeth
Pemeran: Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Adhisty Zara, Widuri Putri, Niloufer Bahalwan
Tanggal Rilis: 23 Juni 2022
Durasi: 114 menit
Resentator: Muhammad Irfan Habibi

 

Film Keluarga Cemara 2 telah tayang di bioskop seluruh Indonesia sejak 23 Juni 2022. Film ini masih berkisah tentang konflik yang ada di Keluarga Cemara, sama seperti film seri sebelumnya, Keluarga Cemara.

 

Film yang digarap sutradara Ismail Basbeth menceritakan persoalan baru di keluarga ini, dimulai dari Ara yang diperankan oleh Widuri Putri Sasono sebagai anak kedua merasa tidak dipedulikan oleh keluarganya. Ia tidak bisa rutin dijemput oleh kakaknya. Euis (Adhitsy Zara) yang telah memasuki masa SMA dan mengenal cinta meminta agar tidak sekamar lagi dengan adiknya.

 

Sementara, Emak (Nirina Zubir) sibuk mengurusi anak bungsunya yang masih kecil dan rewel. Tak hanya itu, Emak juga memikirkan usaha untuk menambah tabungan keluarga. Abah yang di Keluarga Cemara sempat mencari upah sebagai ojek, di film ini Abah (Ringgo Agus Rahman) mendapatkan pekerjaan mengurus peternakan ayam. Sehingga, Abah juga tidak bisa selalu menjemput Ara.

 

Ara merasa tidak ada yang peduli dengannya. Hingga akhirnya Ara menerima kenyataan dengan mengikuti pesan Abah untuk pulang sendiri dan berpisah kamar dengan kakaknya.

 

Suatu ketika, Ara ketika hendak pulang mampir ke penjual anak ayam warna-warni di depan sekolahnya. Ketika melihat anak-anak ayam itu, Ara disapa oleh Ariel, teman sekolahnya. Ariel mengajak Ara untuk pulang bersama. Ara pun menyetujuinya.

 

Di tengah perjalanan, Ara menyuruh Ariel untuk berhenti. Karena Ara melihat seekor anak ayam yang sendirian di pinggir jalan. Ara ingin merawatnya. Namun, Ariel mencegahnya sebab anak ayam itu mana tahu ada pemiliknya. Mereka sepakat akan membawa pulang selepas menghitung sampai 100.

 

Akhirnya anak ayam itu dibawa pulang dan dirawat oleh Ara, ia merasa anak ayam yang diberi nama Neon itu sedang tersesat dan terpisah dari keluarganya.

 

Ara tergerak untuk mempertemukan Neon pada induknya. Ara pun yakin bisa berbicara dengan anak ayam itu. Apa lagi Kang Sobari bercerita jika dulu bisa berbicara dengan kodok. Namun, Abah tak percaya jika Ara bisa berbicara dengan anak ayam itu.

 

Perilaku Berbicara dengan Hewan

 

Perilaku berbicara dengan hewan seperti yang dilakukan Ara disebut antropomorfisme. Antropomorfisme sering terjadi pada anak-anak dengan imajinasinya atau yang memiliki hewan peliharaan. Dalam film Keluarga Cemara 2 seakan dipertegas dengan pernyataan Kang Sobari ketika masa SD nya bisa berbicara dengan kodok.

 

Menurut Professor ilmu perilaku Universitas Chicago, Nicholas Epley, proses mengenali pikiran manusia lain melibatkan proses psikologis yang sama dengan proses mengenali pikiran makhluk lain seperti hewan. Selain itu, hal ini juga mengasah kepekaan dan empati.

 

Hal ini pula yang dapat dilihat dari tokoh Ara. Ia ingin mengantarkan neon bertemu induknya. Ia juga tak ingin memakan daging olahan ayam.

 

Dalam penelitian pada tahun 2008 yang diterbitkan Northwestern University, para peneliti menguji dua motivasi mengapa kita kerap menaruh kemampuan seperti berpikir dan merasakan kepada entitas non-manusia atau antropomorf.

 

Pertama, karena kurang interaksi sosial. Bahwa seseorang yang kurang interaksi sosial perlu menciptakan manusia untuk bergaul.

 

Kedua, bahwa seseorang yang tidak memiliki kendali ingin merasa lebih aman dalam keadaan yang tidak pasti dan antropomorfisasi memungkinkannya untuk memprediksi tindakan hewan berdasarkan pengalaman interpersonal.

 

Orang yang kesepian kronis jauh lebih mungkin untuk menggambarkan hewan peliharaan mereka dengan kata-kata yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan tersebut memberikan dukungan emosional seperti bijaksana, perhatian, dan simpatik. Hal inilah yang dapat dilihat dari tokoh Ara di Film Keluarga Cemara 2.

 

Kita mungkin kini seperti Abah di film Keluarga Cemara 2, tidak percaya Ara bisa berbicara dengan hewan. Bisa jadi karena menganggap perilaku seperti itu ialah hal yang tidak wajar atau kekanak-kanakan. Namun, antropomorfisme merupakan salah satu kecenderungan alami manusia yang membuat menjadi makhluk yang cerdas. Ini dikarenakan manusia memiliki kemampuan karakteristik objek sebagai manusia lain.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

PALING BARU

PALING POPULER