KPM Waspadai Pemalsuan Suara Saat Pemilwa


SEMARANG, LPMMISSI.COM – Jelang pemilihan mahasiswa (Pemilwa), Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) akan mewaspadai beberapa oknum yang akan melakukan pemalsuan data ketika pemilwa diselenggarakan, Rabu (19/12).

Ketua KPM, M. Balya Kafabih mengatakan pada pemilwa sebelumnya (2017) memang terjadi pemalsuan data seperti penyoblosan dua kali pada saat penyelenggaraan. Sehingga, KPM akan lebih memperketat penjagaan untuk tahun ini. 


“Intinya kecurangan itu terjadi kan saat mahasiswa tidak mau menyoblos sehingga menyisakan surat suara jadi oknum lain memanfaatkannya. Kalau dari KPM sendiri, tentu akan melakukan penjagaan yang lebih ketat lagi,” lanjutnya. 

Menurutnya, ditahun-tahun sebelumnya menunjukan surat suara di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) yang sisa hampir 700 surat suara  itu merupakan perbuatan oknum-oknum tertentu.


“Untuk tahun ini jangan sampai ada surat suara tersisa apalagi kecolongan lalu ada oknum yang memanfaatkan, nanti yang jaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) kita ketatin lagi, absensi pasti berjalan kemudian yang jaga harus mengingat setiap wajah yang masuk ke bilik suara,” katanya, Jumat (14/12).

Kafabih juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa UIN Walisongo agar menggunakan hak pilihnya dengan baik.

“Gunakanlah hak suara kalian, jangan sampai golongan putih (golput) apalagi nyoblos hanya main-main,” tutupnya.

Reporter : Mela Fauziah
Editor : Ika Ayu Romadhoni

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: