Agung Sudjatmoko: UIN Harus Membangun Miniatur Copreneur

Foto: lpmmissi.com/ Nabila

SEMARANG, LPMMISSI.COMKoperasi Kahasiswa (KOPMA) menggelar Gebyar Pendidikan  4500 Anggota (PAg) ke XVI di Auditorium II Kampus III, dengan  mengusung tema “Coopreneur Break The Limit”.

Ketua harian Dewan Koprasi Pimpinan ( Dekopin) Agung Sudjatmoko, menjelaskan Koperasi Mahasiswa (Kopma)  UIN Walisongo harus mampu menjadi miniatur  coopreneur. 

Menurut penuturan 
Agung, anggota koperasi  harus mempunyai  jiwa sosial yang tinggi, agar dapat membangun  bisnis berdasarkan kolaborasi bentuk kerjasama agar mendapatkan hasil yang baik.

Baca juga: Teater Mimbar Keluhkan Pengelolaan Sampah

Ia menegaskan bahwa sistem yang dijalankan di Kopma, harus diterapkan pada hukum alam dan hukum sunatullah. 

Saat ditemui untuk wawancara di ruang transit. Ia menuturkan, tantangan besar yang  dihadapi Kopma saat ini yakni bagaimana mengaktifkan peran koperasi  dalam membangun coopreneur.

 “Seharusnya Kopma mampu menjadi mediator,  mampu memediasi dan memberikan solusi  terhadap coopreneur,” terang Agung, Rabu (03/09).

Baca juga: Paper Mob UIN Tayang di TV Nasional

Ia juga membandingkan tata kelola  kinerja yang digunakan dalam sistem koperasi, jika menggunakan coopreneur  maka  akan dapat mengembangakan dan mewujudkan bisnis tanpa ada batasan untuk  kedepannya. 

“Bekerja sendiri ada batasnya, tetapi kalo coopreneur tidak ada batasannya, ada ide baru, suasana baru, perluasan jangkauan  relasi,” ucapnya.

Agung berpesan agar Kopma dapat menjadi miniatur bagi  pembangunan sosioenterpreneurship  untuk kedepannya.

Baca juga: Presentase Lulusan UIN Walisongo yang Kerja Sesuai Jurusan

“Sehingga miniatur tata kelola yang dijalankan mampu menarik partisipasi anggota secara signifikan,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar  anggota Kopma memiliki komitmen dan loyalitas pada koperasinya. 

“Semakin banyak koperasi yang di bangun, maka Kopma harus mampu mendesain bisnis koperasi  itu dengan menarik, agar dapat menimbulkan ketertarikan pada pembeli. Sehingga  ada debit  saat melakukan transaksi,”  pungkas Agung  secara tegas.

Reporter: Nabila Nikmatul L.
Editor: Isbalna

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: