Connect with us

Entertainment

Antara Joker, Bartholomew Kuma, dan Makna Al-Fath Ayat Pertama

Published

on

Joker, doc: lpmmissi.com/ Comics Universe
Joker, doc: lpmmissi.com/ Comics Universe

Joker pernah berkata,

Orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti.

Ungkapannya ini mewakili banyak sekali villain-villain yang bermunculan di dunia perfilman ataupun peranimean. Seperti Pain dari Naruto, Doflamongo dari One Piece, Baron Zero dalam Captain America Civil War, Magneto dari X Men, Green Goblin dari Spiderman, dan mungkin masih banyak lagi villain jahat di luar sana.

Masa lalu mereka yang kelam, penuh darah, rasa sakit, dan penderitaan kemudian mengubah mereka. Dari yang semula sosok baik – karena pada fitrahnya, manusia terlahir di dunia dengan hati yang baik, kemudian berubah menjadi penjahat, yang di mana mereka ingin membawa perdamaian dengan definisi mereka sendiri, yang digambarkan dalam ceritanya sangat tidak sesuai dengan norma-norma kebaikan.

Alasan Mengapa mereka bisa seperti ini adalah karena mereka tidak memahami Al-Qur’an Surah Al-Fath ayat pertama.

Lho, emang apa hubungannya?

Sebelum mencari hubungannya, mari kita lihat. Beberapa karakter yang juga memiliki masa lalu kelam, namun jati dirinya tidak berubah menjadi seorang penjahat. Pertama, yang kemarin sangat hype One Piece akhir-akhir ini, yaitu Bartholomew Kuma. Terlahir dengan berbagi penderitaan seperti menjadi budak, disiksa sejak kecil, menyaksikan kedua orang tuanya mati. Baru mendapatkan sedikit kebahagiaan, yaitu Ginny yang menjadi istrinya, namun kebahagiaannya tak bertahan lama, Ginny istrinya diculik dan diperkosa sampai memiliki anak. Namun, dengan kebaikan hatinya, Kuma sepenuh hati membesarkan anak tersebut.

Baca juga: Terlalu Banyak Keluhan, Mahasiswa Baru UIN Walisongo Tuntut Penghapusan Program Wajib Ma’had

Ada pula Naruto Uzumaki. Yah, karakter anime paling popular di kalangan masyarakat Indonesia ini tidak perlu dijelaskan lagi.

Ada Bruce Wayne a.k.a Batman, di mana saat kecil, ia menyaksikan kedua orang tuanya terbunuh. Meskipun begitu, ia malah menjadi seorang pahlawan. Pahlawan di kota dengan kejahatan paling mengerikan, Gotham.

Ada Peter Parker a.k.a Spiderman, yang yatim piatu sejak kecil. Karena tanggung jawabnya sebagai pahlawan, Peter kesulitan membagi waktu sehingga kesulitan menjaga romansanya, kesulitan menjaga daftar hadirnya di kampus, kesulitan bekerja tepat waktu, dan masalah-masalah lainnya. Namun, alih-alih menanggalkan profesinya sebagai super hero, Peter Parker tetap berusaha membesarkan hatinya.

Surah Al-Fath ayat pertama berbunyi,

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ ۝١

Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata (Q.S. Al-Fath ayat 1)

Al-Fath ayat 1 turun pasca Nabi Muhammad SAW pulang dari perjanjian Hudaibiyah yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriyah. Sebuah perjanjian yang membuat Nabi Muhammad dan Muslimin lainnya tidak bisa pergi ke Makkah yang padahal adalah kampung halamannya sendiri. Sebuah perjanjian yang sekilas sangat merugikan kaum Muslimin dan sangat menguntungkan kaum kafir Quraisy.

Walaupun begitu, Nabi Muhammad memerintahkan para sahabat untuk bersabar. Baru pada tahun kedelapan, pihak Quraisy sendiri yang malah melanggar perjanjian tersebut dengan menyerang Bani Khuza’ah, sekutu dari kaum Muslimin. Maka dari itu, terjadilah Fathu Makkah pada tanggal 10 Ramadhan di tahun itu pula. Dengan membawa 10.000 pasukan, Baginda Nabi Muhammad SAW berhasil memasuki Makkah tanpa pertumpahan darah serta suasana aman dan damai. Itu merupakan kemenangan yang nyata sekaligus sempurna.

Kejadian ini membuktikan bahwa fath (kemenangan) tidak terjadi seketika begitu saja. Ada prosesnya. Dan proses itu perlu dilalui dengan kesabaran. Kemenangan itu tidak hanya dalam kejadian yang dialami kaum Muslimin, tapi juga kehidupan. Seperti dalam kisah-kisah para tokoh fiksi seperti Bartholomew Kuma yang berhasil menyehatkan anaknya dan mempertemukannya dengan Nika, idolanya. Seperti Naruto yang akhirnya punya banyak teman dan mencapai impiannya. Seperti Batman yang berhasil menumpas kejahatan. Seperti Spiderman yang berhasil menemukan ketentraman dalam hidupnya. Seperti kamu pula, yang entah saat ini tengah berjuang mencari ilmu, mencari nafkah, berdakwah, memperjuangkan literasi, atau perjuangan-perjuangan luar biasa lainnya.

Penulis: Muhammad Hasan
Editor: Abdul Fatah

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *