Foto: Lpmmissi.com/ Laela. |
SEMARANG, LPMMISSI.COM – Beredar Surat Perintah nomor B-1516/Un.10.0.P5/KS.00./03/2020 yang berisi Pengosongan kantin Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo pada (7/3) membuat kecewa beberapa santri ma’had.
Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), jurusan Pendidikan Matematika Baity Nur Kharisma Supri, sedih karena kantin akan dipindah.
“Kemana lagi saya nanti cari makanannya?,” ucapnya, Sabtu (7/3).
Baca juga: Tingkatkan Keamanan, Fakultas Rencanakan Tambah CCTV
Hal senada juga diutarakan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) jurusan Komunukasi Penyiaran Islam (KPI), Rama Danita setelah mengetahui adanya pengosongan kantin.
“Mas-mas kantin itu sudah seperti lambungnya anak ma’had. Sebenarnya keputusan itu memberatkan bagi kami, tapi ya bagaimana lagi? Udah keputusan atasan,” ujarnya.
Rasa kecewa sekaligus kehilangan juga dirasakan oleh mahasiswi FDK lainnya dari jurusan Manajemen Haji dan Umroh (MHU) Amelia Septi Ningsih, mengaku harga di kantin sana sangat terjangkau.
Baca juga: Mahasiswa KPI Raih Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia tingkat Nasional
“Saya sendiri merasa kehilangan, karena kantin ma’had itu sudah seperti sebagian dari hidup kami, hampir tiap hari kita membutuhkan makanan,” pungkasnya.
Santri ma’had ini sering kali makan atau sekedar beli jajan di kantin. Bahkan mereka menyebutnya dengan ‘Mas-mas kantin’. Sebab penjualnya adalah mahasiswa Strata 2 (S2) UIN Walisongo.
Reporter : Nur Laela
Editor : Fitroh Nurikhsan