Meretas Ketidakadilan Penyintas Kekerasan Seksual - LPMMISSI.COM %

Meretas Ketidakadilan Penyintas Kekerasan Seksual

Foto: Lpmmissi.com/ Doc.
Foto: Lpmmissi.com/ Doc.

 

Judul: Penyalin Cahaya (Photocopier)
Sutradara: Wregas Bhanuteja
Rumah Produksi: Rekata Studio, Kaninga Pictures
Pemain: Shenina Cinnamon, Lutesha, Giulio Parengkuan, Jerome Kurnia, Chicco Kurniawan
Negara: Indonesia
Resentator: Nur Laela Khoerunnisa
Editor: Dian Nafiatul Awaliyah

 

Kekerasan seksual masih menjadi perbincangan yang cukup tabu di tengah masyarakat Indonesia. Maka tidak jarang korbannya memilih diam karena merasa takut disalahkan oleh masyarakat. Namun dalam film Penyalin Cahaya, Suryani atau Sur (Shenina Cinnamon) digambarkan sebagai perempuan yang berjuang melawan stigma masyarakat.

 

Sur, seorang mahasiswa tahun pertama yang terampil merancang web, berhasil membantu Teater Mata Hari memenangkan sebuah perlombaan. Dalam rangka merayakan kemenangan tersebut, Rama (Gulio Parengukan) mengundang seluruh anggota teater untuk berpesta di rumahnya. Dengan dresscode 80-an, Sur datang bersama Amin (Chicco Kurniawan) dan menaruh janji kepada Amin untuk tidak terlalu lama di pesta. Namun, janji hanyalah janji. Di tengah euphoria pesta, Sur mabuk dan tergeletak tak sadarkan diri.

 

Sur tersadar ketika cahaya matahari pagi masuk melalui celah jendela kamarnya. Ia bangun dan lari dengan tergesa, lantaran pagi ini harus menyerahkan laporan penilaian beasiswa kepada pengawas beasiswa. Sesapampainya di kampus, Sur dikejutkan oleh pengawas beasiswa. Pasalnya, pengawas menyodorkan foto mabuk Sur di media sosial. Sur mengaku tidak sadar akan hal itu. Atas perbuatannya tersebut, Sur terpaksa harus kehilangan beasiswanya.

 

Setelah mendapat kabar yang menyedihkan, Sur kembali ke rumah. Ternyata, kedua orang tua Sur telah mengetahui kabar dicabutnya beasiswa Sur oleh pihak kampus. Sambil menyeret tas, sang ayah membentak dan mengusirnya dari rumah. Mau tak mau, Sur harus meninggalkan rumah. Disinilah petualangan Sur dimulai.

 

Berangkat dari hal itu Sur mencari tahu apa yang terjadi pada malam setelah pesta hari itu. Dengan bantuan Amin, Sur berusaha menguak kebenaran dari foto selfie itu dengan cara meretas ponsel anggota-anggota teater. Namun, Sur justru menemukan bukti-bukti yang mengarah ke kekerasan seksual pada dirinya malam itu. Sur menemukan bukti bahwa Rama (Giulio Parengkuan) mengambil foto tubuhnya tanpa izin.

 

Bukti-bukti itu disampaikan kepada pihak kampus, sayangnya pihak kampus justru memutar balikkan fakta dan memihak kepada Rama. Yang paling menyedihkan, ayah Sur sendiri juga menyalahkan Sur atas perbuatannya. Adanya tekanan dari berbagai pihak, akhirnya Sur terpaksa membuat video permintaan maaf kepada Rama. Yang mana video tersebut disiarkan di seluruh penjuru kampus.

 

Tidak berhenti begitu saja, dengan dukungan Farah (Lutesha) dan Tariq (Jerome Kurnia) yang juga korban dari Rama, Sur berusaha untuk mencari bukti baru yang lebih konkrit. Mereka akhirnya menemukan fakta bahwa korban dari rama tidak hanya tiga orang, melainkan ada lima orang lainnya. Sayangnya bukti yang didapat berhasil dibakar oleh Rama dengan adegan teatrikal yang cukup dramatis.

 

Film ini berakhir dengan adegan di atap gedung kampus, Sur dan Farah menulis cerita dan menyalinnya menggunakan mesin photocopy yang kemudian disebarkan dari atap gedung hingga berhamburan. Kertas-kertas tersebut menjadi bukti adanya kekerasan seksual yang dilakukan oleh Rama.

 

Sehingga satu persatu korban menyusul juga di atap gedung untuk menuliskan cerita serupa. Pada akhirnya, Rama terbukti menjadi pelaku kekerasan seksual di kampus tersebut.

 

Penyalin Cahaya merupakan film yang menyuarakan isu kekerasan seksual dengan menampilkan pesan secara metafora dan simbolis. Oleh karena itu, saat menonton film ini perlu konsentrasi dan pemahaman yang cukup mendalam.

 

Dalam film ini terdapat beberapa adegan fogging dengan slogan “menguras, menutup, mengubur” yang terus diulang-ulang. Adegan tersebut dimaknai bahwa pelaku “menguras” emosi, fisik, dan mental korban, “menutup” mulut korban, dan ” mengubur” kebenaran yang menjadi metafora dari penanganan kasus kekerasan seksual saat ini.

 

Sang sutradara, Wregas Bathuneja sangat apik menggambarkan penelusuran Sur yang penuh perjuangan. Selain itu, penggambaran tokoh laki-laki yang terlihat ‘antagonis’ dalam banyak adegan menjadi kekurangan tersendiri bagi film ini. Terlihat dari bagaimana tokoh-tokoh laki-laki yang terlibat secara langsung dengan Sur tidak mendukung Sur secara utuh.

 

Mulai dari Rama, Amin, dan bahkan ayah Sur sendiri. Selain itu kekurangan dari film ini adalah fokus cerita yang kabur, sehingga sulit untuk memahami sorotan cerita. Tidak ada jawaban akhir dari cerita, yang ada hanyalah tanda tanya.

 

Terlepas dari itu, film ini menyajikan bentuk lain dari kekerasan seksual yang tidak hanya dimaknai sebagai kekerasan fisik saja. Kasus yang dialami Sur menunjukkan pentingnya persetujuan atau consent dalam sebuah interaksi, terutama yang berkaitan dengan seksual.

 

Film ini cocok bagi penyuka genre thriller dan misteri. Selain itu penonton akan melihat sudut pandang korban yang selama ini harus melawan stigma masyarakat dan sering kali disalahkan lingkunganya sendiri. Penyalin Cahaya juga turut membawa isu lain yang dekat dengan masyarakat saat ini seperti problem ekonomi dan kesehatan mental.

 

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: