Home / Artikel / Keindahan yang Paling Indah

Keindahan yang Paling Indah

(foto: lpmmissi.com/pinterest)

Semarang, LPM MISSI.COM–Malam itu begitu meriah. Suara lantunan indah yang menggetarkan jiwa terdengar dari mana-mana. Masjid, mushala, pesantren, bahkan di tepi jalan bersenandung memeriahkan malam itu. Begitu mewah, agung, dan luar biasa. Bak malam-malam hari raya.

Malam itu adalah malam kelahiran sosok terbaik dari seluruh jagad raya. Sosok yang kelahirannya begitu diagungkan dan dicintai oleh umatnya. Sebagaimana penggalan qasidah:

أَعْظَمُ الْاَعْيَادِ عِيْدًا ۞ مَوْلِدُ الْهَادِي الشَّكُوْرْ

“Hari raya yang paling agung adalah kelahiran Sang Petunjuk yang senantiasa bersyukur”.

Sang Petunjuk yang senantiasa bersyukur itu tidak lain adalah Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sosok luar biasa yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Sosok yang ketampanannya setengah dari dunia, yang memiliki keindahan dan kemuliaan yang tiada banding.

حُسْنُهُ لِلشَّمْسِ اَضْحَى ۞ نُوْرَ نُوْرٍ فَوْقَ نُنُوْرْ

Keindahannya membuat matahari seakan redup, cahaya di atas cahaya.

Baca juga: Meski Judul Sempat Ditolak, Zanatul Khoiriyah Sabet Wisudawan dan Skripsi Terbaik FDK

Sosok yang menjadi sebab kemuliaan manusia dan makhluk di alam ini. Sosok yang membuat malaikat Jibril takjub ketika membelah dadanya, menyaksikan kesucian dan kebersihan hatinya. Sosok yang ketika disakiti dan dilempari batu di Thaif, tidak membalas dengan keburukan, tetapi justru memanjatkan doa kebaikan.

Sosok yang begitu mencintai umatnya, bahkan lebih daripada kasih seorang ayah kepada anaknya. Sosok yang hingga hembusan terakhir napasnya pun masih memikirkan umatnya.

أَجْمَلْتُ فِي وَصْفِ الْحَبِيْبِ وَشَأْنِهِ ۞ وَلَهُ الْعُلَا فِي مَجْدِهِ وَمَكَانِهِ

“Telah kurangkum sifat-sifat insan tercinta ini. Dalam dirinya terkumpul segala kemuliaan, dengan keluhuran martabat dan kedudukannya”.

Sifat-sifat indahnya tak pernah habis. Seperti yang dituliskan Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi dalam kitab maulid Simtuddurrornya,

وَعَلَى تَفَنُّنِ وَاصِفِيْهِ بِوَصْفِهِ ۞ يَفْنَى الزَّمَانُ وَفِيْهِ مَالَمْ يُوْصَفِ

“Betapapun banyak ragam yang ditempuh oleh para penyanjung dalam menguraikan sifat-sifat luhur beliau, waktu akan tetap berlalu hingga berakhir, sementara masih begitu banyak kemuliaan beliau yang belum mampu terlukiskan”.

Penulis: Muhammad Hasan
Editor: Ayu Trianasari

Tag:

Tinggalkan Balasan