SEMARANG, LPMMISSI.COM - Sore hari di awal pekan pertama bulan Mei, Sabtu (2/6) 2026 jalan raya di pusat kota Semarang ramai. Hari itu adalah perayaan Ulang Tahun Kota Semarang ke-479. Beberapa destinasi wisata mendapatkan diskon setengah harga bahkan gratis, angkutan umum juga gratis sejak 1 Mei 2026, serta masih banyak lagi kado dari Kota Semarang untuk warganya.
Salah satu yang paling ditunggu dari Ulang Tahun ke-479 Kota Semarang adalah Semarang Night Carnival (SNC), yang dilaksanakan pukul 18.30 WIB di Balai Kota Semarang. Menurut informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, SNC kali ini akan dihadiri oleh 15 defile negara lain.
Sayangnya, sejak sore, angin berhembus mencurigakan. Langit nampak tidak cerah. Suasana yang datang bersama dengan senja saat itu seolah tidak membawa kegembiraan seperti rangkaian HUT yang ada.
Dan benar. Saat waktu hendak memasuki pukul 19.00, ketika tiba waktunya pawai Semarang Night Carnival dimulai, hujan turun deras mengguyur bumi. Gerah yang tadi terasa karena ramainya orang-orang yang berkumpul seketika menjadi dingin, membuat warga yang tengah berkumpul menggigil kedinginan. Meskipun begitu, masih banyak yang berdiri di tepi Jl. Pemuda, menunggu kemeriahan karnaval.
Baca juga: Hari Buruh 2026: Mahasiswa Aliansi Papua Turut Ingatkan Tragedi 63 Tahun Lalu
”Yang semangat anak-anak, Mas. Saya cuman nemenin saja,” ungkap Taufiq, warga asli Semarang. Ia menunjuk anak-anaknya yang basah kuyup tanpa payung dan jas hujan, namun tetap antusias menunggu karnaval itu dimulai.
Warga Semarang lainnya juga mengungkapkan hal yang sama.
“Sebenarnya cuman penasaran aja sih, Mas. Soalnya teman-teman yang mengajak,” ujar Reihan yang juga basah kuyup bersama dengan teman-temannya.
”Kalau saya ya karena sudah datang dari tadi sore. Sayang kalau nggak nonton,” ungkap Suparjo, perantau asal Solo yang berangkat dari Ngaliyan.
Sayangnya, hujan tak kunjung reda. Malah menunjukkan tanda semakin deras. Hembusan angin bertambah kencang. Beberapa peserta karnaval menepi. Ada yang sekedar berteduh, ada pula yang membenarkan aksesoris yang rusak rusak akibat badai semakin parah. Dalam keadaan tersebut, karnaval akhirnya ditunda demi menjaga keselamatan semua pihak.
Kendati demikian, pada sekitar pukul 21.00 WIB, karnaval itu dilanjutkan. Meskipun tidak seperti rencana sebelumnya di mana rute dimulai dari Balai Kota Semarang sampai Simpang Lima. Para peserta yang tampil di karnaval langsung datang ke Simpang Lima. Meskipun rombongan yang datang tidak ramai seperti saat di Jl. Pemuda karena kostum yang rusak, warga Semarang tetap antusias. Mereka langsung mengerubungi peserta pawai tersebut, mengantre foto, atau sekedar mengambil gambar.
Reporter: Nanang Abdillah
Penulis: Muhammad Hasan
Editor: Ayu Trianasari









