LPMMISSI.COM

5 Rekomendasi Buku tentang Pendidikan yang Menemani #NgabubuREAD

Foto: Lpmmissi.com/ Bukukita.com

Tradisi Ramadhan seperti buka bersama (bukber) dan ngabuburit dengan teman, saudara, pasangan, sahabat, tidak bisa kita lakukan karena adanya pandemi corona yang tak kunjung henti.

Walaupun tidak merasakan euforia ramadhan seperti tahun sebelumnya, setidaknya kita bisa mengganti dengan kegiatan lain.

Bagi kalian yang  suka dunia pendidikan dan sedang mencari buku bacaan. Kali ini tidak perlu khawatir, lima buku rekomendasi ini  akan menemani waktu kalian untuk #ngabuburead. Mari simak yuk, ulasan selengkapnya.

1. Sekolah itu Candu

Foto: Lpmmissi.com/ Berdikaribook.com

Kumpulan tulisan Roem Topatimasang yang terbit pertama pada tahun 1998 ini membahas secara dalam tentang substansi asal muasal pendidikan dan wacana-wacana yang dapat memberi perspektif baru kepada pembaca. Roem menuliskan secara ringkas mengenai sistem pendidikan di Indonesia yang jauh dari kata baik untuk diterapkan. Penulis juga membandingkan sistem pendidikan di Indonesia dengan negara lain.

Terlepas dari itu, buku ini juga memberi pandangan bagaimana pendidikan alternatif dapat menjadi solusi permasalahan pendidikan di Indonesia.

Baca juga: 5 Kegiatan Yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Bosen di Rumah

2. Sokola Rimba

Foto: Lpmmissi.com/ goodread.com 

Buku ini bercerita tentang pengalaman belajar bersama orang Rimba di Suku Anak Dalam, pedalaman pulau Sumatera. Butet Manurung, seorang mahasiswa Insitut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Antropologi berhasil mengajak orang-orang Rimba belajar membaca, menulis dan berhitung. Jauh sebelum itu, Butet mendapat beberapa penolakan karena pendidikan dianggap merusak adat.

Namun seiring berjalannya waktu, orang-orang Rimba mulai tertarik dan banyak yang ingin belajar. Sebenarnya bukan hanya baca tulis dan hitung yang mereka butuhkan, melainkan pendidikan yang lebih luas. Pendidikan yang dapat membawa mereka lebih baik dengan memberdayakan diri mereka sendiri, tetap bertahan di tengah era modernisasi, dan tidak mudah dibodohi oleh orang kota ketika tempat tinggalnya hendak dibabat habis. Dari pemikiran itulah akhirnya Butet dan kawan-kawannya mendirikan Sokola Rimba.

3.Sekolah Dibubarkan Saja

Foto: Lpmmissi.com/ berdikaribook.com 

Penulis Afdillah Chudiel mencurahkan keresahan hatinya ketika belajar dengan para pelajar remaja di Ranah Minang, Sumatera Barat. Mereka merasa kecewa karena apa yang inginkan dari sekolah tidak bisa terwujudkan. Yang ada, mereka menjadi seperti budak yang harus tunduk pada sistem yang telah dibuat. Peraturan yang ketat, jam aktif yang padat, belum lagi ditambah tugas yang banyak membuat siswa tertekan dan tidak bisa menemukan diri sendiri.

Nama sekolah hanya ingin dipandang baik dan berprestasi oleh lingkungan sekitar, tanpa memikirkan dampak dari penekanan. Ibaratnya seperti “Bertanya adalah tabu, membangkang adalah dosa, kreatif adalah memalukan, diam adalah emas, dan penurut adalah membanggakan”. Sekolah yang harusnya menjadi jembatan meraih mimpi, berubah menjadi penghancur mimpi. Kekecewaan tersbut membuat para pelajar remaja menginginkan sekolah dibubarkan saja.

Baca juga: 5 Aplikasi Ebook Gratis yang Menemanimu #dirumahaja

4. . Teach Like Findland

Foto: Lpmmissi.com/ Bukukita.com 

Buku ini mengupas rahasia sistem pendidikan yang berhasil diterapkan di Findlandia. Seorang pengajar sekaligus penulis, Timothy D. Walker membagikan pengalamannya melalui buku pertamanya ini. Awalnya Walker adalah pengajar di Amerika Serikat kemudian berpindah ke Finlandia dan menemukan perbedaan yang signifikan dibalik tingginya angka kualitas pendidikan.

Findlandia memiliki sistem yang unik seperti jam istirahat yang panjang, makan bersama dengan murid, adanya program untuk penghapusan bullying, dll. Meskipun sistem tersebut tidak semuanya bisa diterapkan di Indonesia, setidaknya buku ini membantu membuka cakrawala baru mengenai  pendidikan di luar sana.

5. Guru Aini

Foto: Lpmmissi.com/ Lisanbuku.wordpress.com

Novel terbaru karya Andrea Hirata ini menceritakan kisah seorang guru Matematika yang sangat idealis, bercita-cita mengajar di daerah pelosok. Lulusan pendidikan calon guru matematika terbaik ini mengambil undian penugasan, hingga pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang anak bernama Aini. Aini mempunyai penyakit psikosomatis, yaitu sakit perut ketika pelajaran Matematika berlangsung.

Sejak kelas 4 SD nilai matematika yang diraih hanya 1, 0, 1, 0 bergantian. Semangatnya mulai berbinar ketika Ayahnya sedang sakit keras dan membutuhkan dokter untuk mengobatinya. Berawal dari situlah ketika  Aini duduk di kelas 1 SMA bercita-cita menjadi dokter agar bisa mengobati ayahnya. Sekolah Aini menyediakan beberapa kelas matematika untuk diikuti, namun Aini berani banting stir untuk mengambil kelas Bu Guru Desi yang galak, jenius dan eksentrik. Seiring berjalannya waktu, Bu Desi bisa menerima dan membimbing Aini meraih impian.

Itulah beberapa rekomendasi buku yang semoga bisa menemanimu selama #durumahaja sambil #NgabubuREAD.


Oleh: Sabrina Mutiara Fitri

Tinggalkan Balasan

Contact Us

Gulir ke Atas
%d blogger menyukai ini: