SEMARANG, LPMMISSI.COM – Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Fairuz Miksalmina, mahasiswi program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Mahasiswi asal Kuripan, Pekalongan tersebut sukses meraih gelar wisudawan terbaik pada wisuda S1 periode ke-100 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 pada Sabtu (23/5).
Kabar mengenai pencapaian ini diakui Fairuz datang langsung secara mendadak dari Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Abdul Ghoni.
“Awalnya diminta pak Kajur mengirimkan file skripsi, terus dibilang, ‘Fairuz, kamu jadi wisudawan terbaik se-PMI’ aku ga expect dan kaget banget karena dari awal ga ada niatan buat itu. Target aku awalnya yang penting skripsi selesai, wisuda bulan Mei, terus kerja. Tapi ternyata bisa jadi wisudawan terbaik, Alhamdulillah,” ujar mahasiswi yang juga menjadi santri di Ma’had Ulil Albab Lil Banat tersebut.
Baca juga: Menjadi Wisudawan Terbaik S2 KPI, Anggita Ingatkan Kalau Pacu Jalur Bukan Sekedar Pariwisata.
Fairuz berhasil menyelesaikan studinya dengan skripsi yang mengangkat potensi lokal di Kabupaten Batang dengan judul “Modal Sosial Komunitas Pecinta Alam Enak Tentrem Ora Mendem dalam Pengembangan Desa Wisata Pandansari, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang”.
Penelitian ini mengulas tentang peran komunitas lokal bernama Komunitas Pecinta Alam Enak Tentrem Ora Mendem (Kopal Etom) yang menginisiasi dan memanfaatkan potensi di desa Pandansari untuk dijadikan wisata.
Ide penelitian ini muncul dari beberapa kali kunjungannya ke desa tersebut saat libur kuliah.
“Aku kan kalau lagi pulang liburan suka jalan-jalan ke sana, terus ternyata desa wisata ini tuh ada komunitasnya, dari awal juga yang bentuk ya komunitas itu. Dan ternyata ada struktur organisasinya, ketua, terus divisi-divisinya, ada AD/ART-nya juga, berarti ini nggak asal-asalan kan, jadi oh ini bisa nih dijadiin skripsi,” ujarnya.
Perjalanan penyusunan skripsi ini tentunya tidak luput dari berbagai tantangan, terutama dalam melawan rasa malas saat melakukan penelitian lapangan yang membutuhkan wawancara mendalam dari berbagai pihak, mulai dari ketua komunitas, penggiat UMKM, serta masyarakat sekitar.
Selain itu, lokasi penelitian yang terletak di Kabupaten Batang membuat Fairuz harus menempuh jarak yang tidak mudah. Setiap kali akan turun lapangan, Fairuz harus pulang terlebih dahulu ke rumahnya di Pekalongan, kemudian melakukan perjalanan menuju lokasi riset di Batang. Perjalanan lintas kota ini ia lakukan demi mendapatkan data yang akurat dari narasumber.
Berkat ketekunannya, proses panjang penyusunan skripsi ini berhasil diselesaikannya dalam waktu enam bulan, terhitung sejak selesai KKN pada September 2025 hingga sidang munaqosah pada Maret 2026.
Setelah kelulusan ini, Fairuz berencana untuk mencari pengalaman di dunia kerja terlebih dahulu supaya dapat beradaptasi dan menambah relasi, sebelum nantinya melanjutkan studi jenjang S2.
Reporter: Zuhrotun Nisa
Editor: Neha Latifatunnikmah

![[Wisudawan terbaik] prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Walisongo Semarang, Fairuz Miksalmina, berfoto membawa vandel penghargaan usai prosesi wisuda S1 periode ke-100 di Semarang, Sabtu (23/5). (Foto: LPMMISSI.COM/Dok. Pribadi Fairuz)](https://lpmmissi.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-23-at-09.32.03.jpeg)

![[Wisudawan terbaik] Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Walisongo, Mita Putri Apriliani saat menyampaikan sambutan dalam acara Pelepasan dan Pembekalan Calon Wisudawan FDK di Semarang, Kamis (21/5). (Foto: LPMMISSI.COM/Shafwa)](https://lpmmissi.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-23-at-10.05.02-100x75.jpeg)





