LPMMISSI.COM

Refleksi Diri Melalui Batik Semarang

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Berawal dari keinginan melestarikan batik yang kian tergerus zaman. Salah satu pengrajin batik, Iin Windhi Indah Tjahjani (45), bertekad menghidupkan Semarang melalui batik.

Iin bercerita, awal mula bergelut di dunia membatik yakni pada 2006. Saat itu, para peneliti batik Semarang, yang terdiri dari dosen Universitas Diponegoro (Undip) dan Shinto Sukawi (Ibu wali kota) ingin menghidupkan kembali batik semarangan yang sempat mati.

Kemudian para peneliti beserta Ibu wali kota mencari 20 orang untuk diberikan pelajaran membatik, dan Iin termasuk salah satunya pesertanya. Pembelajaran itu berlangsung selama satu bulan, materi yang diajarkan terkait dasar-dasar pembuatan batik.

Baca Juga : UIN Targetkan 20 Jurnal Terpublikasi Internasional

“Setelah itu, saya lanjutkan membatik dan pada 2006 dinobatkan sebagai penggagas batik Semarang,” ujarnya, Jum’at (18/1).

Menurut Iin, selain melestarikan budaya dari kemajuan zaman, kerajinan membatik juga mampu merefleksi diri. Setiap desain gambar yang dihasilkan dari membatik memiliki makna tersendiri.

“Itulah alasan mengapa desain batik dari setiap daerah berbeda. Karena setiap goresan yang tertuang menggambarkan ciri khas daerah pengrajin masing-masing,” katanya.

Iin menjelaskan, salah satu contoh motif batik semarangan bernama Puspitalestari, batik dengan corak kupu-kupu dihiasi dedaunan itu memiliki makna bahwa kupu-kupu berawal dari ulat yang jelek dan berbulu, sama seperti manusia.

Baca Juga : Film Terbaik Kedua Se Jateng – DIY Diputar Peringati Hari Film

Ibaratnya, lanjut Iin, manusia itu kotor hingga berubah menjadi kepompong yang diartikan juga sebagai masa instropeksi atau pembenahan, kemudian barulah menjadi kupu-kupu.

“Tidak berhenti di situ, ketika menjadi kupu-kupu pun ia membantu penyerbukan dari satu bunga ke bunga yang lain. Artinya, ia memberikan penghidupan,” lanjutnya.

Berkat kerja kerasnya, pada 2011 Iin mendapat penghargaan sebagai penerima Citra Wanita Indonesia atas dedikasinya dalam ikut serta mengisi pembangunan bangsa yang diberikan oleh Forum Peduli Prestasi bangsa (FPPB). 

Reporter : Annisa Mu’arifah
Editor : Naela Mala Hima Ulya

Tinggalkan Balasan

Contact Us

Gulir ke Atas
%d blogger menyukai ini: