Masa Aksi Gempa Bacakan Gugatan di Depan Rektorat UNNES

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Julio Belnanda Harianja (JBH) bersama beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Melawan Pembungkaman (Gempa) membacakan gugatan dalam aksi menolak uang pangkal dan cabut skorsing JBH di depan Kantor Rektorat Universitas Negeri Semarang (UNNES) Senin (16/07).

Aksi tersebut sebagai respon Persatuan Mahasiswa Semarang Raya terhadap pembungkaman yang dilakukan rektor UNNES terhadap JBH. Adapun isi gugatan tersebut tertuang dalam Press Release yang terdiri dari lima point yakni :

Pertama, mencabut Surat Keputusan (SK) Rektor UNNES nomor 304/P/2018 tentang pemberian sanksi skorsing terhadap mahasiswa a.n. Julio Belnanda Harianja.

Kedua, menghapuskan  uang pangkal.

Ketiga, hentikan Intimidasi, Represifitas, Pembungkaman terhadap mahasiswa dan menyebarkan berita hoax.

Baca juga : Merasa Terganggu, Staff Unnes Adu Mulut Dengan Peserta Aksi

Keempat, menjaga marwah pendidikan tinggi kampus dengan menjaga Tri Darma Perguruan Tinggi. Presentase keberpihakan kampus terhadap isu-isu rakyat yang utama.

Kelima, hentikan membangun tirani kepentingan di kampus dengan cara-cara politik praktis. Kampus adalah badan publik. Baik civitas academica dan diluar adalah bagian dari membangun marwah kampus, yang mengedepankan demokrasi dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan Press Release yang dibacakan oleh JBH sebagai korban, belum ada tindakan dari pihak UNNES. Aksi yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa ini sudah berlangsung sejak tanggal 4-7 juni 2018.

Baca juga : Tak Hanya Sheila On 7, DEMA-U Bakal Mengundang Artis Lain

“Kami menyiapkan 4 sampai 5 hari untuk menjalankan aksi ini, tapi sejauh ini kami belum pernah ditemui oleh pihak kampus untuk memberi  tanggapan dan sikap,” ujar JBH, mahasiswa S1 Ilmu Hukum yang mendapatkan surat skorsing dari UNNES tersebut.

Ia menambahkan, pihak kampus seolah tak peduli dengan suara mahasiswa dan tidak juga memberikan respon yang baik.

“Pihak kampus selama ini selalu mengabaikan tuntutan kami dan yang saya tahu pada aksi debat kemarin mereka menyatakan akan tetap memberlakukan uang pangkal, jadi mereka sama sekali tidak mengindahkan tuntutan kami,” pungkasnya.

Reporter : Aditia Ardian
Editor      : Isbalna

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: