Home / Berita / Mahasiswa MHU Melonjak 300%, Fasilitas dan Dosen Tak Bertambah

Mahasiswa MHU Melonjak 300%, Fasilitas dan Dosen Tak Bertambah

Suasana mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang saat mengikuti rangkaian acara PBAK. (Foto: LPMMISSI.COM/Syauqi)

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Penerimaan mahasiswa baru Jurusan Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang melonjak hingga 300 persen pada 2026. Jumlah mahasiswa yang diterima mencapai 430 orang, dibandingkan sekitar 100 mahasiswa pada tahun sebelumnya.

Ketua Jurusan MHU, Abdul Rozaq, mengatakan peningkatan tersebut membuat mahasiswa baru akan terbagi dalam 10 kelas.

“MHU rata-rata menerima mungkin sekitar 100, lebih sedikit gitu, tapi pada periode tahun ini bisa menerima sampai 430 mahasiswa, dan nantinya akan terbagi dalam 10 kelas,” jelasnya, Rabu (19/8).

Dari jumlah tersebut, 132 mahasiswa diterima melalui jalur SPAN-PTKIN, 239 melalui UM-PTKIN, empat melalui jalur prestasi tahfiz, 24 melalui jalur nilai rapor, dan 27 melalui Ujian Mandiri.

Meski jumlah mahasiswa meningkat tajam, tidak ada penambahan gedung perkuliahan maupun tenaga pendidik di Jurusan MHU.

“Fasilitas perkuliahan masih difokuskan di gedung FDK, IsDB Soshum, dan Gedung L. Kebutuhan ruang kelas disiasati memanfaatkan ruang kosong dari jurusan lain yang mengalami penurunan kuota. Begitu pula dengan fasilitas dosen, yang dioptimalkan dari tenaga pengajar yang ada untuk mengampu mata kuliah wajib,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dan menjaga kelancaran proses belajar mengajar, Jurusan MHU akan menerapkan skema perkuliahan paketan penuh bagi mahasiswa angkatan 2026 hingga menyelesaikan studi.

Baca Juga: Mahasiswa UIN Walisongo Soroti Rob Semarang, Gus Yasin Ungkap Rencana Hybrid Sea Wall

Faktor Lonjakan Penerimaan Mahasiswa MHU

Abdul Rozaq menjelaskan, terdapat faktor eksternal dan internal yang mendorong peningkatan penerimaan mahasiswa MHU.

Dari faktor eksternal, keberadaan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dinilai turut membuat Jurusan MHU semakin dikenal. Selain itu, menurut Rozaq, UIN Walisongo menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Tengah yang memiliki Jurusan MHU.

“Dari faktor eksternal, dengan adanya Kemenhaj, yang menjadikan jurusan MHU lebih dikenal, dan di Jawa Tengah hanya UIN Walisongo yang mempunyai jurusan MHU,” jelasnya.

Sementara dari faktor internal, Rozaq menyebut MHU memiliki branding sebagai jurusan yang menjanjikan di masa depan, program yang menyasar masyarakat, serta kerja sama dengan berbagai lembaga terkait.

“Selain itu, diiringi dengan penurunan mahasiswa jurusan yang lain. Untuk menambal itu, MHU dikorbankan. Target sebelumnya hanya sampai di 203 mahasiswa, tetapi peminatnya banyak, dan diterimalah lebih dari target,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa baru MHU, Nurmaida Mea, mengatakan keberadaan Kemenhaj menjadi salah satu alasan dirinya memilih jurusan tersebut.

“Adanya Kemenhaj, kementerian yang baru dibuka, prospek kerja dari MHU itu semakin jelas dan peluang ke depannya lebih lebar, lebih luas, dan lebih tertata,” ucapnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa baru MHU lainnya, Istifadah Faizah. Ia tertarik memilih MHU karena keberadaan kementerian baru tersebut dan berharap peluang kerja bagi lulusan MHU semakin besar ke depannya.

Reporter: Syauqy Iqbal dan Danish Behzad
Editor: Muhammad Hasan

Tag:

Tinggalkan Balasan