Berpacu Dalam Klik Dan Waktu Pada Sistem CBT UMPTKIN



Menanggapi kemajuan teknologi, pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) tidak lagi mengandalkan ujian konvensional seperti Paper Bassed Test (PBT) atau lazimnya dikenal dengan ujian tertulis. Sejak melakukan uji coba pada tahun 2016 panitia UMPTKIN 2017 akhirnya menerapkan sistem Computer Bassed Test (CBT), tujuannya untuk mempermudah peserta dalam mengikuti test ke perguruan tinggi dan melatih agar mampu beradaptasi dengan zaman. Pada tahun 2017 hanya 11 Universitas yang menggunakan CBT kemudian pada tahun 2018 hampir seluruh universitas yang digunakan untuk ujian UMPTKIN sudah mulai menggunakan CBT.

Selain mempermudah dalam mengoutput atau mengirim jawaban ke pusat, CBT juga dapat menghemat watu karena tidak perlu mengisi data diri, hanya tinggal memasukan nomor UMPTKIN yang sudah didapat dan memasukan kode token, secara otomatis sudah tercantum nama peserta dalam lembar jawabannya. Seandainya terjadi kesalahan dalam pengisian jawaban, peserta ujian bisa dengan mudah menggantinya tidak perlu khawatir lembar jawaban kotor karena bekas hapusan. Didalam sistem CBT tidak perlu lagi khawatir memikirkan teknis cara menjawab soal, dikarenakan hanya perlu menggeser dan mengklik kursor pada jawaban yang dianggap benar.

Baca Juga: Dana Muawanah di UIN Walisongo Bertambah

“Memilih ujian dijawaban CBT sangatlah mudah dan efisien karena tak memerlukan waktu lama. Karena pada UMPTKIN CBT hanya dibutuhkan satu klik untuk memilih jawaban. Dengan begitu, waktu yang biasanya untuk membulatkan bisa bermanfaat untuk mengerjakan soal,” tutur Amelia, peserta UMPTKIN dari Pemalang. Ujian ini sangatlah rentan dengan waktu, apabila waktu yang disediakan telah habis maka secara otomatis soal dan lembar jawaban akan terkunci dan peserta tidak dapat lagi mengerjakan soal.

Sementara Paper Bassed Test (PBT) atau ujian tertulis tampaknya sudah tidak asing lagi bagi para pelajar ditanah air. Disini seperti biasa peserta akan disediakan lembar jawab komputer (LJK) seperti halnya pada saat anda menghadapi ujian nasional waktu SD. Pada jenis ujian ini waktu bukan hanya prioritas utama, melainkan ketelitian dalam menjawab soal dan menyilang jawaban pada LJK juga harus diutamakan, karena pada model ujian ini peserta diwajibkan untuk memberi tanda silang pada LJK yang sudah disediakan oleh panitia dan harus memastikan bahwa jawaban telah tersilang dengan benar sesuai dengan petunjuk yang tercantum sehingga dapat terdeteksi oleh mesin pemindai.

Masalah yang biasanya dialami pada PBT adalah kurangnya perhatian dalam menjaga lembar jawab terutama dalam hal pengisian, akibat keteledoran peserta akan berakibat fatal pada waktu pengoreksian, apabila hal ini terjadi maka secara otomatis komputer akan menolak lembar jawab yang rusak. Menjaga  kelembapan tangan juga perlu diperhatikan pada jenis ujian ini, terkadang keadaan gugup dan panik menyebabkan produksi keringat meningkat sehingga menjadikan lembar jawab menjadi basah. Selain itu, kualitas karet penghapus juga harus diprioritaskan dengan seksama.

Baca Juga: Masih Mau Kuliah dan Jadi Sarjana?

Tidak semua jenis penghapus dapat digunakan untuk ujian PBT. Jika cara menghapus kasar, maka akan membuat kertas rentan berlubang dan akibatnya tidak terbaca oleh mesin pemindai. Sistem ini mempermudah jika ingin melakukan corat-coret di atas kertas soal secara langsung.

Kedua jenis ujian ini merupakan cara yang biasa ditempuh siswa untuk melanjutkan kejenjang sekolah yang lebih tinggi yakni universitas, tidak dapat dijadikan alasan apabila seorang siswa bingung dalam memasuki perguruan tinggi islam negeri karena sudah banyak cara yang disediakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang dapat dilakukan untuk sampai kesana, dimulai dari yang tidak melalui test seperti Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPANPTKIN), melalui test (UMPTKIN) sampai jalur mandiri.

Penulis: Muhammad Hafid
Editor: Aditia Ardian

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: