Masyarakat Resah, Banyak Berita Hoaks Di Medsos

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Beredarnya berita hoaks yang tersebar di media sosial,  membuat banyak masyarakat merasa resah. 

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas Hukum Monash University Australia, Nadirsyah Hosen dalam Bedah Buku “Saring Sebelum Sharing” di Audit I Kampus 1 UIN Walisongo, Jumat (15/3).

Menurutnya, penyebaran informasi melalui kecepatan jempol akan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Hal itu akan berbahaya jika informasi yang beredar tidak melalui tahap saring.

“Misalnya ada yang share satu hadis sedikit-sedikit mengatakan kafir, seharusnya kita pamahami dulu konteksnya,” lanjutnya.

Baca juga: Bagi Mahasiswa, Ini Tips Menghadapi Era Digital

Menurutnya, banyak netizen di media sosial sering membagikan hadis tanpa melakukan filterisasi terlebih dahulu.

“Tidak semua berita itu hoaks, namun harus melakukan sharing dulu,” katanya.

Sementara itu, Dosen UIN Walisongo Najahan Musyafak mengatakan, di medsos banyak sekali informasi yang kita peroleh. Untuk itu, ia mengajak agar lebih hati-hati untuk share informasi yang belum jelas kebenarannya. 

“Kita juga bisa termasuk ke dalam kemungkaran kalau ikut-ikutan share informasi yang tidak benar,” jelasnya.

Baca juga: Jadikan Nh Dini Sebagai Ikon Sastrawan Semarang

Najahan juga berharap pemerintah melalui MUI mau mengawal fatwa tentang hukum bermedsos dan menyebarkan hoaks.

“Fatwa tersebut harus terus dikawal,  kalau bisa seperti fatwa penista agama. Jadi MUI jangan pilih-pilih dalam mengawal fatwanya,” tandasnya.

Baca juga tulisan Ikhsan lainnya Dibalik Kegagalan Timnas Indonesia, Siapa Yang Salah? Jadikan Nh Dini Sebagai Ikon Sastrawan Semarang Tanggapan Mahasiswa FDK Soal Kantin Kejujuran Kantin Kejujuran FDK Ditertibkan, Penjual Merasa Rugi Kawal Orsenik, Menwa Terjunkan 16 Anggota KPM Klarifikasi Larangan LPM Masuk Ruang Perhitugan Suara

Reporter: Fitroh Nur Ikhsan
Editor: Ika Ayu R.

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: